Mengenang Sejarah Bom Hiroshima, Titik Balik Kemerdekaan Indonesia
- 06 Agt 2026 13:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bom atom Little Boy dijatuhkan ke Hiroshima pada 6 Agustus 1945.
- Kehancuran Hiroshima mempercepat kekalahan Jepang dan membuka kekosongan kekuasaan di Indonesia.
- Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan sebelas hari setelah pengeboman Hiroshima.
Momentum Kemerdekaan Indonesia
Perubahan situasi Jepang segera dipahami para pemimpin dan pemuda Indonesia. Berita penyerahan Jepang menyebar melalui radio luar negeri dan jaringan pergerakan.
Golongan muda mendesak Soekarno dan Mohammad Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan. Mereka menolak kemerdekaan yang terkesan diberikan melalui badan bentukan pemerintah Jepang.
Desakan itu muncul karena pemuda melihat kekosongan kekuasaan sebagai kesempatan bersejarah. Mereka khawatir Sekutu datang sebelum Indonesia sempat menyatakan kemerdekaan.
Perbedaan pandangan kemudian memicu Peristiwa Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945. Soekarno dan Hatta dibawa agar mengambil keputusan tanpa tekanan pemerintah Jepang.
Setelah kembali ke Jakarta, para tokoh menyusun naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda. Sayuti Melik mengetik naskah setelah rumusannya disepakati para pemimpin bangsa.
Proklamasi dibacakan di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 pada 17 Agustus 1945. Indonesia menyatakan kemerdekaan hanya sebelas hari setelah bom Hiroshima dijatuhkan.
Karena itu, Hiroshima dipandang sebagai salah satu pemicu perubahan politik yang mempercepat proklamasi. Namun, kemerdekaan Indonesia tetap lahir melalui perjuangan panjang bangsa sendiri.
|
Selanjutnya,
Pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan
|
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....