Mengenang Sejarah Bom Hiroshima, Titik Balik Kemerdekaan Indonesia

  • 06 Agt 2026 13:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bom atom Little Boy dijatuhkan ke Hiroshima pada 6 Agustus 1945.
  • Kehancuran Hiroshima mempercepat kekalahan Jepang dan membuka kekosongan kekuasaan di Indonesia.
  • Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibacakan sebelas hari setelah pengeboman Hiroshima.

Bom Atom Pertama dalam Perang Dunia II

Amerika Serikat mengembangkan Proyek Manhattan secara rahasia sejak Perang Dunia II berlangsung. Program tersebut bertujuan menghasilkan senjata nuklir sebelum negara lawan mampu mengembangkannya.

Pengembangan proyek itu melibatkan ilmuwan, militer, dan berbagai fasilitas penelitian Amerika Serikat. Hasilnya melahirkan dua jenis bom atom dengan bahan dasar berbeda.

Militer Amerika memilih Hiroshima karena kota tersebut menjadi pusat industri, komunikasi, dan logistik Jepang. Posisinya dianggap strategis untuk melemahkan kemampuan perang Jepang dalam waktu singkat.

Selain menjadi pusat militer, Hiroshima memiliki jaringan transportasi penting bagi pasukan Jepang. Karakter wilayahnya juga dinilai memungkinkan dampak ledakan terlihat secara jelas.

Pada 6 Agustus 1945, pesawat pengebom B-29 Enola Gay terbang menuju Hiroshima. Pesawat tersebut membawa bom uranium bernama Little Boy dengan daya ledak sangat besar.

Pukul 08.15 waktu setempat, bom dijatuhkan dan meledak sekitar 600 meter di atas kota. Gelombang ledakan, panas, serta radiasi langsung menghancurkan kawasan di bawahnya.

Ledakan meruntuhkan bangunan, jaringan transportasi, fasilitas kesehatan, dan pusat pemerintahan. Dalam hitungan singkat, Hiroshima berubah menjadi kawasan kehancuran dengan korban manusia sangat besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....