Program Makan Bergizi Gratis Fokus ke Wilayah Stunting, Ini Strategi BGN

  • 06 Agt 2026 12:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Badan Gizi Nasional (BGN) RI mulai mengarahkan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke daerah-daerah dengan angka stunting tinggi.
  • Kebijakan ini juga mencakup pembangunan dapur MBG baru di wilayah yang belum memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
  • Menurut Sudaryono, pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah kabupaten dan kota dengan tingkat stunting yang masuk kategori tinggi hingga sangat tinggi. Wilayah-wilayah tersebut, akan menjadi fokus utama pengembangan layanan pemenuhan gizi

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) RI mulai mengarahkan, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke daerah-daerah dengan angka stunting tinggi. Langkah tersebut, agar manfaat program unggulan pemerintah ini lebih tepat sasaran dan mempercepat penurunan kasus gagal tumbuh pada anak.

Kebijakan ini juga mencakup pembangunan dapur MBG baru di wilayah yang belum memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dengan begitu, anak-anak di daerah rawan stunting tetap dapat memperoleh akses makanan bergizi secara berkelanjutan.

Kepala BGN, Sudaryono mengatakan, pihaknya telah menerima peta sebaran stunting dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Data tersebut, menjadi dasar dalam menentukan daerah yang diprioritaskan untuk pelaksanaan Program MBG.

Menurut Sudaryono, pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah kabupaten dan kota dengan tingkat stunting yang masuk kategori tinggi hingga sangat tinggi. Wilayah-wilayah tersebut, akan menjadi fokus utama pengembangan layanan pemenuhan gizi.

"Berdasarkan dari peta yang kemudian diberikan oleh Pak Menkes (Budi Gunadi Sadikin). Ada kabupaten/kota yang stunting-nya tinggi dan tinggi sekali misalnya," kata Sudaryono dalam keterangan persnya saat berkunjung ke Kemenkes RI, di Jakarta, Rabu, 6 Agustus 2026.

BGN, kata Sudaryono, nantinya mencocokkan data stunting dengan keberadaan dapur MBG yang telah beroperasi di berbagai daerah. Apabila suatu wilayah belum memiliki fasilitas tersebut, pemerintah siap membangun dapur baru untuk memperluas jangkauan layanan.

Sudaryono menegaskan, pembangunan dapur menjadi langkah penting agar anak-anak yang membutuhkan tidak kehilangan akses terhadap program pemerintah. Kebijakan itu, diharapkan mampu mempercepat penanganan stunting di daerah yang selama ini belum terlayani.

"Kalau belum ada dapur (MBG). kita kalau perlu kita khusus untuk membuat dapur di tempat-tempat itu," ucap Sudaryono.

Sudaryono menegaskan, penanganan stunting menjadi salah satu tujuan utama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Karena itu, pemerintah ingin memastikan kelompok yang paling membutuhkan memperoleh pelayanan lebih dahulu.

"Dalam hari-hari dan minggu ke depan ini kita fokus bagaimana mengaktifkan dapur-dapur. Yang berada di wilayah yang kondisi stunting-nya tinggi dan tinggi sekali," ujar Sudaryono.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan, prioritas Program MBG tidak hanya diberikan kepada daerah dengan angka stunting tinggi. Pemerintah juga akan memperluas pelaksanaan program ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Menurut Budi, daerah 3T membutuhkan perhatian khusus karena memiliki tantangan akses pelayanan yang lebih besar dibanding wilayah lainnya. Oleh sebab itu, pemerintah memastikan pelaksanaan MBG juga menjangkau kawasan yang sulit dijangkau.

"Pak Kepala BGN tadi sudah bilang kalau nanti ada yang dibuka di daerah-daerah itu. Tapi daerahnya jauh-jauh ya teman-teman ya," kata Budi.

Upaya Percepatan Penurunan Stunting

Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia. Dengan memusatkan pelaksanaan di daerah prioritas, pemerintah berharap angka stunting dapat ditekan secara lebih efektif.

Sinergi antara Badan Gizi Nasional dan Kementerian Kesehatan diharapkan mampu memperkuat ketepatan sasaran program. Pendekatan berbasis data dinilai menjadi langkah penting agar intervensi gizi memberikan hasil yang maksimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....