Kementan Optimalkan Pompanisasi, Jaga Ketahanan Pangan Hadapi El Nino 2026
- 05 Agt 2026 12:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pertanian optimalkan program pompanisasi sebagai strategi adaptasi menghadapi El Nino 2026.
- Program ini menargetkan sawah-sawah yang masih memiliki akses ke sumber air seperti sungai, embung, waduk, dan saluran irigasi untuk mempertahankan pasokan air selama musim kemarau ekstrem.
- Implementasi pompanisasi diharapkan dapat menjaga stabilitas produksi pangan nasional sekaligus mendukung pencapaian target swasembada pangan Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta – Program pompanisasi menjadi salah satu strategi Kementerian Pertanian (Kementan) menghadapi potensi El Nino kuat pada 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan air di lahan pertanian selama musim kemarau ekstrem.
Program itu menyasar sawah yang masih memiliki sumber air seperti sungai, embung, waduk, maupun saluran irigasi. Upaya tersebut diharapkan menjaga produksi pangan sekaligus mendukung target swasembada pangan.
Mentan, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pompanisasi menjadi solusi cepat menghadapi ancaman kekeringan. Karena itu, pemerintah mempercepat penyaluran pompa ke berbagai sentra produksi padi.
"Sekarang kita perlu pompanisasi untuk memenuhi air dari sungai ke sawah. Mustahil kita lolos dari krisis pangan kalau solusi cepat ini tidak dilakukan," ujar Amran, dikutip 5 Agustus 2026.
Pada Tahun Anggaran 2026, Kementan menyiapkan 56 ribu unit pompa air untuk mendukung program tersebut. Sekitar 11 ribu unit telah tersalurkan, sedangkan 20 ribu unit lainnya masih dalam proses berdasarkan usulan daerah.
Amran mengatakan pengalaman menghadapi El Nino menunjukkan ketersediaan air sangat menentukan produksi pangan. Karena itu, pompanisasi dibarengi modernisasi pertanian melalui penyaluran alat dan mesin pertanian.
Kementan juga melanjutkan modernisasi melalui penyaluran traktor, rice transplanter, combine harvester, dan berbagai alsintan lainnya. Bantuan itu diharapkan meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus menjaga produksi pangan.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Andi Nur Alam Syah mengatakan distribusi pompa terus dipercepat. Penyaluran diprioritaskan ke daerah kering yang masih memiliki sumber air permukaan.
"Mitigasi kekeringan harus dilakukan secara cepat dan tepat sasaran," kata Andi. Ia menyebut pompanisasi menjadi strategi utama agar petani tetap dapat mengairi sawah.
Kabupaten Kendal menjadi salah satu daerah yang disiapkan menerima tambahan pompa. "Kendal selain 60 pompa, juga kita siapkan untuk mendapatkan tambahan pompa lagi," ujar Andi saat meninjau lahan tadah hujan di Desa Sidomukti, Kecamatan Weleri, Kamis, 30 Juli 2026.
Ia menjelaskan bantuan pompa akan disalurkan berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan di lapangan. Pemerintah daerah, kepala desa, dan kelompok tani diminta aktif memetakan sumber air yang tersedia.
"Pompa kita siapkan, tinggal mencari sumber-sumber airnya, kalau masih membutuhkan, nanti kita tambah. Pak Kades harus aktif melakukan identifikasi," kata Andi.
"Ini kolaborasi antara petani dengan pemerintah yang luar biasa. Masyarakat berswadaya melakukan penggalian sumur dangkal, sementara pompanya disiapkan pemerintah," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....