BMKG Perkuat Sistem Peringatan Dini Hadapi El Nino Kuat 2026
- 05 Agt 2026 11:12 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat sistem peringatan dini menghadapi potensi El Nino kuat pada 2026. Langkah tersebut dilakukan melalui penyediaan informasi iklim yang akurat dan dapat ditindaklanjuti.
BMKG memperkuat pendekatan From Early Warning to Early Action dalam layanan informasi iklim. Pendekatan tersebut memastikan informasi iklim menjadi dasar pengambilan keputusan di berbagai sektor.
Penerapan layanannya akan disesuaikan dengan kebutuhan setiap sektor, mulai dari kalender tanam, pengelolaan air, hingga mitigasi karhutla. Dengan demikian, informasi iklim tidak hanya menjadi referensi ilmiah, tetapi juga dasar kebijakan.
"Informasi iklim harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Sehingga pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat melakukan langkah antisipatif sebelum dampak terjadi,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Dialog Nasional di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.
Ia menambahkan, kesiapsiagaan tersebut perlu didukung informasi iklim yang akurat dan tepat waktu. Informasi itu juga harus dapat dipertanggungjawabkan.
BMKG telah menyampaikan prediksi El Nino sejak Maret 2026 sebagai langkah antisipasi dini. Informasi tersebut memberi waktu bagi pemerintah, kementerian, dunia usaha, dan masyarakat untuk menyiapkan langkah mitigasi.
El Nino kini tercatat berada pada kategori kuat dan berpotensi meningkat menjadi sangat kuat. Kondisi tersebut diperkirakan membuat musim kemarau lebih kering dan berlangsung lebih panjang.
Puncak dampaknya diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG menegaskan El Nino merupakan fenomena iklim global, bukan musim kemarau itu sendiri.
Fenomena tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, berkurangnya pasokan air, dan gangguan produksi pangan. Ancaman lain meliputi kebakaran hutan, gangguan energi, masalah kesehatan, serta perlambatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dukungan BMKG mencakup prediksi ENSO, prakiraan musim, analisis sektoral, hingga sistem peringatan dini kekeringan. BMKG juga mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta penyediaan informasi iklim sesuai kebutuhan berbagai sektor.
"Kita memastikan respons yang dibangun tidak lagi bersifat reaktif, melainkan sebuah early action yang berakar pada analisis iklim," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy pada kesempatan yang sama. Ia menilai analisis iklim menjadi fondasi pembangunan yang kuat menghadapi berbagai risiko perubahan iklim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....