Cerita Soal Kosgoro, Ketum Golkar: Lahir untuk Perkuat Ekonomi Bangsa
- 06 Jun 2026 00:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia mengungkapkan, PPK Kosgoro 1957 lahir dengan cita-cita mengisi kemerdekaan Indonesia.
- Kosgoro 1957 lahir tidak hanya untuk mengisi kemerdekaan, tetapi juga memperkuat ekonomi bangsa.
- Kalau ingin membangun partai modern, dibutuhkan kecerdasan dan logistik secara bersamaan. Nah, ini Kosgoro yang sesungguhnya karena aspirasi politiknya memang ke Partai Golkar.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia mengungkapkan, PPK Kosgoro 1957 lahir dengan cita-cita mengisi kemerdekaan Indonesia. Organisasi Kosgoro ini, diakuinya, telah berkontribusi besar dalam pembangunan ekonomi nasional.
"Kosgoro 1957 lahir tidak hanya untuk mengisi kemerdekaan, tetapi juga memperkuat ekonomi bangsa. Kosgoro menjadi salah satu organisasi pelopor lahirnya Golkar, organisasi ini menyumbangkan gagasan penting bagi Sekretariat Bersama Golkar," kata Menteri ESDM itu dalam sambutannya di acara Mubes V 2026 PPK Kosgoro 1957, di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat malam, 5 Juni 2026.
Bahlil menegaskan, hubungan Kosgoro dan Golkar memiliki dasar historis kuat. Keduanya tidak dapat dipisahkan dari perjalanan politik karya-kekaryaan.
Ia juga menjelaskan, posisi Kosgoro setelah proses fusi organisasi dalam Sekber Golkar. Saat itu, Kosgoro mendapat tanggung jawab pada sektor ekonomi dan pendidikan.
Menurut Bahlil, kedua sektor tersebut menjadi fondasi utama partai modern. Kecerdasan dan logistik dinilai harus berjalan secara seimbang.
"Kalau ingin membangun partai modern, dibutuhkan kecerdasan dan logistik secara bersamaan. Nah, ini Kosgoro yang sesungguhnya karena aspirasi politiknya memang ke Partai Golkar," ucap Bahlil.
Karena itu, Bahlil menilai peran Kosgoro tetap relevan hingga sekarang. Organisasi tersebut menjadi penopang penting dalam pembangunan kader dan ekonomi.
Lalu, ia mengungkap, cerita yang diperoleh dari senior Kosgoro, yakni Agung Laksono. Kisah itu berkaitan dengan dinamika Kosgoro pada awal era Reformasi.
Menurut Bahlil, saat itu muncul keinginan agar Kosgoro berdiri sendiri. Sebagian pihak ingin organisasi tersebut keluar dari jalur aspirasi politik Golkar.
"Pada 1999, Kosgoro sempat ingin keluar dari bagian penyaluran aspirasi politik di Partai Golkar," kata Bahlil. Namun, Agung Laksono mengambil langkah berbeda dalam situasi tersebut.
Agung Laksono, kata Bahlil, lebih memilih mempertahankan Kosgoro tetap berada dalam keluarga besar Golkar. "Pak Agung mempertahankan agar Kosgoro tetap ada dan bersama Golkar, keputusan itu dinilai menjadi titik penting perjalanan organisasi ini," ujar Bahlil.
Diketahui, Mubes V 2026 PPK Kosgoro 1957 memiliki agenda pemilihan ketua umum baru yang digelar pada Jumat hari ini. Panitia Mubes V itu mengungkapkan, terdapat dua orang yang maju sebagai calon ketua umum PPK Kosgoro 1957 periode 2026-2031.
Kedua calon ketum PPK Kosgoro 1957 itu, yakni Sari Yuliati dan La Ode Safiul Akbar. "Kandidat ada dua, Sari Yulianti dan La Ode Safiul Akbar," kata Koordinator Bidang Pendaftaran dan Verifikasi, Mascot Siregar dalam keterangannya kepasa wartawan, di Jakarta, Jumat, 5 Juni 2027.
Diketahui, Sari Yuliati saat ini menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Golkar sekaligus Wakil Ketua DPR. Sedangkan La Ode merupakan Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Pengembangan Profesi DPP Partai Golkar.
Tahapan pengambilan formulir caketum Kosgoro ini, telah berlangsung sejak 25-30 Mei 2026. Tahapan pengembalian formulir pendaftaran telah ditutup pada Jumat, pukul 11.00 WIB.
Sari Yuliati telah menyerahkan formulir pada Kamis, 4 Juni 2026 sore. Sedangkan, pihak La Ode menyerahkan berkas formulir pendaftaran pada Jumat siang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....