Lumbung Suara Golkar, Misbakhun Ungkap Rapimnas SOKSI 2026 Digelar di Jawa Barat
- 04 Mei 2026 15:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dalam rangkaian kegiatan SOKSI itu, Misbakhun mengaku, Ketum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia dipastikan hadir.
- Kami harus mempunyai panduan, kita undang Ketum Bahlil Lahadalia, bagaimana pum Ketum Golkar ini adalah Menteri ESDM.
- Ketua Umum DEPINAS SOKSI, Mukhamad Misbakhun mengungkapkan, kegiatan Rakernas I, Rapimnas I, hingga HUT Ke-66 SOKSI dilakukan di Bandung, Jawa Barat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum DEPINAS SOKSI, Mukhamad Misbakhun mengungkapkan, kegiatan Rakernas I, Rapimnas I, hingga HUT Ke-66 SOKSI dilakukan di Bandung, Jawa Barat. Rangkaian kegiatan tersebut, rencananya diselenggarakan pada 15-17 Mei 2026.
Dalam rangkaian kegiatan SOKSI itu, Misbakhun mengaku, Ketum DPP Golkar, Bahlil Lahadalia dipastikan hadir. Kegiatan terpusat di Bandung, Misbakhun menjelaskan, Jawa Barat menjadi lumbung suara terbesar Golkar.
"Di selenggarakan di Jawa Barat, karena Jawa Barat lumbung suara Golkar. Kontribusi banyak di Jabar, yakni 17 kursi (DPR RI), ini bentuk apsresiasi SOKSI," kata Ketua DPP Partai Golkar ini dalam acara konferensi pers penyelenggaraan Rakenas I dan Rapimnas I SOKSI 2026, di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin, 4 Mei 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Misbakhun mengatakan, jajaran pengurus pusat dan daerah SOKSI akan mematangkan rekomendasi politik untuk Golkar. Salah satunya, SOKSI menyoroti, langkah pemerintah yang konsisten menjaga harga BBM di tengah gejolak harga minyak dunia.
"Kami harus mempunyai panduan, kita undang Ketum Bahlil Lahadalia, bagaimana pum Ketum Golkar ini adalah Menteri ESDM. Kita berikan dukungan politik kuat terkait subsidi energi, pangan, dan terkait dengan LPG," ucap Ketua Komisi XI DPR ini.
Misbakhun menilai, keputusan pemerintah mempertahankan (harga) BBM Bersubdksi merupakan keputusan baik. Pemerintah ingin menjaga pertumbuhan ekonomi nasional, menjaga daya beli masyarakat terkait gejolak harga minyak," ucap Misbakhun.
Rekomendasi politik untuk memperkuat kebijakan pemerintah, Misbakhun menuturkan, SOKSI juga menyoroti isu aktual. Isu aktual tersebut, seperti serangan-serangan politik yang menyerang marwah Presiden Prabowo Subianto secara pribadi.
"Serangan politik kepada Presiden, jangan menyebarkan sesuatu yang tidak faktual dan jangan menyesatkan. Ini menimbulkan keresahan di masyarakat, sebagai tokoh politik, tokoh masyarakat, kita harus ingat batas di mana," ujar Misbakhun.
Kemudian, Misbakhun mengingatkan, masyarakat Indonesia seharusnya diberikan pendidikan politik yang sehat. Jangan justru diberikan informasi hoaks, apa yang dilakukan pemerintah selama ini tidak bekerja untuk rakyat.
"Silahkan kritik pemerintah, tapi jangan menyerang pribadi pemimpin. Apalagi serangan itu bersifat fitnah, serangan yang tidak mempunyai dasar yang benar," kata Misbakhun.
Dalam pendidikan politik, Misbakhun mengaku, SOKSI masih mengandalkan program unggulannya. Program unggulan SOKSI dalam mencetak kader bangsa itu, yakni Pendidikan Politik Kader Bangsa (P2KB).
"SOKSI ini pusat kaderisasi Golkar, salah satu program ikon unggulan SOKSI ini Pendidikan Politik Kader Bangsa. Program ini sudah banyak mencetak kader menjadikan tokoh nasional, menteri, anggota DPR, bupati, gubernur," ucap Misbakhun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....