Golkar Bicara Sistem Politik Baru, Sebut Pancasila Jadi Fondasi Utama
- 02 Jun 2026 05:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Partai Golkar mulai mendorong pembahasan mengenai format ideal sistem politik Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila
- persiapan menuju Indonesia Emas 2045 harus dibangun di atas fondasi ideologi yang kuat
RRI.CO.ID, Jakarta - Partai Golkar mulai mendorong pembahasan mengenai format ideal sistem politik Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Politikus senior Golkar Idrus Marham menegaskan bagaimana arah pembahasan politik ke depan.
Yang tidak boleh hanya berkutat pada perebutan kursi dan kekuasaan, tetapi harus berangkat dari ideologi bangsa. Menurutnya, Pancasila harus menjadi fondasi utama dalam merumuskan sistem politik yang mampu menjawab tantangan zaman.
“Ke depan ketika kita bicara tentang sistem politik, kita tidak lagi bicara berapa kursi, berapa posisi. Tetapi sudah bicara tentang format ideal yang diinspirasi oleh ideologi dan falsafah bangsa, yaitu Pancasila,” kata Idrus, di kantor DPD Golkar Jakarta, Senin, 1 Juni 2026.
Ia mengungkapkan, gagasan tersebut juga sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Yang meminta kader partai mulai memikirkan desain politik nasional yang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.
Menurut Idrus, selama ini banyak pihak memandang persatuan hanya dari sisi simbol dan kesamaan fisik. Padahal, esensi persatuan terletak pada kesamaan visi dan nilai yang diperjuangkan.
“Pancasila bukan sekadar simbol. Yang paling penting adalah nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Hari ini banyak orang menghormati simbol, tetapi melupakan nilai,” ujarnya.
Karena itu, ia menilai Pancasila tetap relevan sebagai jalan tengah dalam mengelola keberagaman Indonesia. Sekaligus menjadi fondasi dalam merumuskan sistem politik yang lebih adaptif terhadap perkembangan nasional maupun global.
Dalam kesempatan tersebut, Idrus juga mengungkapkan tengah menyiapkan buku berjudul Pancasila: Ideologi Jalan Tengah. Yang akan membahas peran Pancasila dalam menjawab berbagai tantangan kebangsaan dan politik di masa depan.
Menurutnya, diskusi mengenai sistem politik berbasis nilai-nilai Pancasila perlu terus diperkuat. Hal itu agar demokrasi Indonesia tidak hanya berorientasi pada kontestasi kekuasaan, tetapi juga pada upaya mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa.
“Format politik yang ideal harus lahir dari nilai-nilai Pancasila. Dan mampu mengakomodasi dinamika kehidupan bangsa serta perkembangan dunia internasional,” kata Idrus.
Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar menilai perkembangan teknologi digital menjadi tantangan baru. Yakni dalam hal menjaga eksistensi Pancasila sebagai ideologi bangsa.
Menurut Zaki, Pancasila tetap menjadi landasan utama bangsa Indonesia dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Serta mewujudkan cita-cita kesejahteraan masyarakat menuju 100 tahun Indonesia pada 2045.
Ia menegaskan, persiapan menuju Indonesia Emas 2045 harus dibangun di atas fondasi ideologi yang kuat. Menurutnya, Pancasila menjadi pegangan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah perubahan zaman yang terus berlangsung.
Namun, Zaki mengingatkan bahwa tantangan mempertahankan nilai-nilai Pancasila saat ini tidak semakin ringan. Kemajuan teknologi digital dan telekomunikasi membuka ruang yang sangat luas bagi masuknya berbagai pengaruh.
“Dari dulu tantangannya sudah banyak. Apalagi sekarang dengan kemajuan teknologi digital dan telekomunikasi. Banyak doktrin yang mencoba mengubah cara pandang, terutama generasi muda Indonesia, terhadap Pancasila,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....