MUI Apresiasi Diplomasi Pemerintah Bebaskan WNI yang Ditahan Israel

  • 23 Mei 2026 09:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • MUI mengapresiasi langkah diplomasi pemerintah dan solidaritas masyarakat dalam pembebasan sembilan WNI relawan Palestina.
  • Sudarnoto Abdul Hakim menilai perjuangan bersama dan tekanan publik menjadi faktor penting pembebasan aktivis kemanusiaan.
  • Global Peace Convoy Indonesia memastikan sembilan WNI relawan Palestina segera dipulangkan ke Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim mengapresiasi langkah diplomasi pemerintah membebaskan WNI. Menurutnya, pemerintah Indonesia menunjukkan kesungguhan melindungi warga negara dalam misi kemanusiaan menuju Gaza tersebut.

“Pemerintah Indonesia juga melakukan upaya yang sunguh sungguh untuk pembebasan ini. Aksi penculikan ini memang benar-benar melanggar hukum internasional dan juga melampaui batas batas nurani dan akal sehat," ucap Sudarnoto dalam keterangan tertulis kepada RRI.CO.ID, Jumat, 22 Mei 2026.

Sudarnoto mengatakan pembebasan tersebut juga melibatkan dukungan masyarakat sipil dan berbagai organisasi kemanusiaan nasional. Menurutnya, lembaga filantropi dan organisasi pembela Palestina ikut aktif mengawal perjuangan kemanusiaan tersebut sejak awal.

"Terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah sungguh sungguh melakukan langkah penting untuk misi pembebasan ini. Terima kasih juga disampaikan kepada lembaga lembaga filantropi dan bela palestina yang ikut mengawal misi penting ini," ujarnya.

Sudarnoto turut mengapresiasi Global Sumud Indonesia yang mempersiapkan seluruh kebutuhan misi kemanusiaan menuju Gaza dengan serius. Ia menilai kerja keras para relawan menunjukkan komitmen besar terhadap perjuangan membantu rakyat Palestina selama konflik berlangsung.

Sudarnoto menyebut dukungan berbagai elemen masyarakat memperkuat solidaritas nasional terhadap perjuangan kemanusiaan internasional bagi Palestina. Menurutnya, tekanan publik dan langkah diplomatik bersama menjadi faktor penting dalam pembebasan seluruh aktivis kemanusiaan tersebut.

"Pembebasan yang dilakukan terhadap pejuang kemanusiaan mengajarkan kita semua bahwa perjuangan yang sungguh-sungguh dan dilakukan bersama akan berhasil," kata Sudarnoto. Ia berharap dukungan masyarakat Indonesia terhadap Palestina terus tumbuh melalui langkah kemanusiaan dan diplomasi damai internasional.

Sudarnoto berharap perjuangan kemanusiaan bersama dapat mempercepat terwujudnya perdamaian dan kemerdekaan Palestina secara menyeluruh. “Insya Allah Palestina merdeka,” ujarnya.

Seluruh aktivis kemanusiaan dan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditahan militer Israel, kini telah dibebaskan. Kelompok tersebut adalah Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, Freedom Flotilla Coalition (FFC), dan sembilan WNI.

Kini, para relawan menjalani proses pemulangan ke negara masing-masing melalui jalur diplomatik internasional. Kabar pembebasan tersebut dikonfirmasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada Kamis, 21 Mei 2026.

Informasi diperoleh setelah GPCI menerima pembaruan dari tim hukum. Yaitu Legal Center yang memantau perkembangan para aktivis kemanusiaan tersebut.

GPCI memastikan seluruh relawan kemanusiaan yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla telah keluar dari penahanan. Dan egera dipulangkan ke Tanah Air.

"Alhamdulillah saudara kita ada dalam daftar yang diberikan oleh penjajah kepada tim. Dan nama mereka termasuk yang akan naik pesawat," ujar Steering Committee Global Peace Convoy Indonesia, Maimon Herawati dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu, 23 Mei 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....