Sembilan WNI Relawan Palestina Segera Pulang ke Indonesia

  • 23 Mei 2026 07:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Seluruh aktivis kemanusiaan dari Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, Freedom Flotilla Coalition (FFC), termasuk sembilan WNI telah dibebaskan oleh militer Israel.
  • Para relawan kini menjalani proses pemulangan ke negara masing-masing melalui jalur diplomatik internasional dengan dukungan berbagai pihak.
  • Pemerintah Indonesia dan organisasi terkait terus memantau proses deportasi serta memastikan kondisi kesehatan para aktivis setelah penahanan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Seluruh aktivis kemanusiaan dan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditahan militer Israel, kini telah dibebaskan. Kelompok tersebut adalah Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0, Freedom Flotilla Coalition (FFC), dan sembilan WNI.

Kini, para relawan menjalani proses pemulangan ke negara masing-masing melalui jalur diplomatik internasional. Kabar pembebasan tersebut dikonfirmasi Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada Kamis, 21 Mei 2026.

Informasi diperoleh setelah GPCI menerima pembaruan dari tim hukum. Yaitu Legal Center yang memantau perkembangan para aktivis kemanusiaan tersebut.

GPCI memastikan seluruh relawan kemanusiaan yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla telah keluar dari penahanan. Dan egera dipulangkan ke Tanah Air.

"Alhamdulillah saudara kita ada dalam daftar yang diberikan oleh penjajah kepada tim. Dan nama mereka termasuk yang akan naik pesawat," ujar Steering Committee Global Peace Convoy Indonesia, Maimon Herawati dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu, 23 Mei 2026.

Menurutnya, pembebasan para aktivis tidak lepas dari dukungan solidaritas masyarakat internasional. Khsususnya bagi mereka yang terus memberikan tekanan kemanusiaan terhadap Israel.

Sebanyak 428 aktivis Global Peace Convoy dilaporkan telah dibebaskan. Di hari yang sama, Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono juga menyampaikan konfirmasi resmi terkait kondisi sembilan WNI tersebut.

"Pemerintah Indonesia menyampaikan sembilan warga negara Indonesia yang ditangkap militer Israel kini telah dibebaskan. Mereka saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki untuk proses pemulangan," ujar Sugiono.

Para aktivis dijadwalkan diterbangkan menuju Istanbul melalui Bandara Umm Al Rashrash yang dikenal Israel sebagai Bandara Eilat/Ramon. Proses pemulangan disebut menggunakan penerbangan khusus Turkish Airlines yang disewa Pemerintah Turki.

Berdasarkan informasi yang diterima tim pemantau, delegasi Global Sumud Flotilla diberangkatkan menggunakan tiga penerbangan Turkish Airlines. Penerbangan tersebut berada dalam nomor penerbangan TK 6919, TK 6921, dan TK 6925.

Tim hukum Adalah Legal Center disebut masih terus memantau proses transit dan deportasi seluruh relawan guna memastikan pemulangan berlangsung aman. Situasi di lapangan juga disebut masih dinamis sehingga perkembangan dapat berubah sewaktu-waktu.

Lebih lanjut para relawan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan sebelum dipindahkan menuju bandara. Demikian disampaikan oleh Aktivis GPCI sekaligus Manager Aliansi Strategis Dompet Dhuafa Syamsul Ardiansyah.

"Proses deportasi ini akan diawali proses interview, semacam pemeriksaan ke semua partisipan yang dilakukan oleh pihak Israel. Kemudian dipindahkan ke bandara lalu dideportasi, kami masih memantau perkembangan ini secara langsung," ujar Syamsul.

Ia menambahkan para relawan kemanusiaan nantinya juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan setibanya di Turki. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi para aktivis yang sebelumnya mengalami penahanan oleh militer Israel.

"Selanjutnya, kami akan menyambut kedatangan para relawan kemanusiaan yang sebelumnya masih dalam proses cek kesehatan di Turki. Pemeriksaan dilakukan untuk menangani luka yang dialami selama penahanan oleh militer Israel," kata Syamsul.

Misi Global Sumud Flotilla diketahui merupakan bagian dari gerakan solidaritas internasional untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina. Aktivis dari berbagai negara ikut terlibat dalam pelayaran tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat sipil di Gaza.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....