Anggota DPR Sebut Tenggelamnya Kapal Pengangkut 37 PMI Tragedi Kemanusiaan

  • 14 Mei 2026 11:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi XIII DPR RI, Mafirion, mengatakan insiden tenggelamnya kapal pengangkut 37 PMI ilegal mencerminkan kegagalan negara dalam melindungi warganya dari cengkeraman sindikat pengiriman PMI ilegal.

RRI.CO.ID, Jakarta – Sebuah kapal yang mengangkut pengangkut 37 pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia. Anggota Komisi XIII DPR, Mafirion, menyebut insiden tersebut sebagai tragedi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan.

Menurut dia, peristiwa ini merupakan cerminan nyata kegagalan negara dalam melindungi warganya dari cengkeraman sindikat pengiriman PMI ilegal. “Negara tidak boleh melihat ini hanya sebagai musibah kecelakaan laut,” kata politisi PKB itu, Kamis, 14 Mei 2026.

Mafirion menegaskan pemerintah tidak boleh berhenti menyelidiki kasus tersebut hingga usai penanganan pascakejadian. “Ada indikasi kuat pembiaran praktik pengiriman PMI ilegal yang mempertaruhkan nyawa rakyat,” ucapnya.

Mafirion juga menyoroti sindikat perekrutan PMI ilegal yang selama bertahun-tahun bergerak leluasa di kantong-kantong migran. Misalnya Tanjungbalai Asahan, yang terus berjalan tanpa tersentuh hukum secara signifikan.

Karena itu, dia mendesak Kementerian P2MI dan aparat penegak hukum tidak hanya mengejar nakhoda kapal. Mereka juga harus membongkar aktor intelektual di balik bisnis perdagangan manusia ini.

“Jangan hanya berhenti pada korban, aparat harus membongkar jaringan yang mengambil keuntungan dari penderitaan rakyat,” ujarnya. Kalau sindikatnya tidak diputus di hulu, lanjut dia, tragedi memilukan seperti ini akan terus berulang.

Pada peristiwa naas tersebut, 14 penumpang yang diduga PMI ilegal belum ditemukan hingga saat ini. Operasi pencarian masih berlangsung, dipimpin Otoritas Maritim Malaysia.

Kapten Mohamad Shukri Bin Khotob dari Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) menegaskan pihaknya terus berupaya mencari korban hilang. “Kami tetap berkomitmen melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan bersama agensi berkaitan,” ujarnya.

Sebanyak 23 WNI yang selamat telah dipindahkan ke Kampung Aceh, Malaysia, untuk penanganan lebih lanjut. Kapal tersebut diyakini berangkat dari Indonesia dengan tujuan seperti Pulau Pinang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....