KJRI Johor Bantu Pemulangan 232 WNI/PMI dari Malaysia Lewat Batam

  • 08 Mei 2026 21:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KJRI Johor Bahru memfasilitasi pemulangan 232 Warga Negara Indonesia (WNI) dan pekerja migran Indonesia (PMI) dari Malaysia melalui Pelabuhan Batam, Kepulauan Riau.
  • Satgas PPT KJRI Johor Bahru, Jati H Winarto, mengatakan pihaknya memberikan pendampingan khusus. Agar proses kepulangan berjalan aman dan bermartabat.

RRI.CO.ID, Batam - KJRI Johor Bahru memfasilitasi pemulangan 232 Warga Negara Indonesia (WNI) dan pekerja migran Indonesia (PMI) dari Malaysia. Mereka dipulangkan melalui Pelabuhan Batam, Kepulauan Riau.

Ketua Satuan Tugas Perwakilan Pelindungan Terpadu (Satgas PPT) KJRI Johor Bahru, Jati H Winarto, mengatakan pihaknya memberikan pendampingan khusus. Agar proses kepulangan berjalan aman dan bermartabat.

“KJRI Johor Bahru selalu berupaya mendampingi setiap proses pemulangan. Dan ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan yang mengedepankan asas kemanusiaan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat 8 Mei 2026.

Rombongan terdiri atas 176 laki-laki, 54 perempuan, satu balita laki-laki, dan satu bayi laki-laki. Sebagian besar berasal dari Sumatera Utara, Aceh, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, dan Riau.

Sebelumnya, mereka ditahan di sejumlah Depot Tahanan Imigresen (DTI), yakni DTI Pekan Nenas Johor (100 orang), DT Machap Umboo Melaka (37 orang). Kemudian, DT Tanah Merah Kelantan (32 orang), DTI Bukit Jalil (32 orang), DTI Beranang (30 orang), serta Tempat Singgah Sementara KJRI Johor Bahru (satu anak WNI).

Pemulangan dilakukan dalam dua tahap, yakni pada 7 Mei: 82 WNI/PMI diberangkatkan dari Pelabuhan Stulang Laut Johor. Selanjutnya, pada 8 Mei: 150 WNI/PMI diberangkatkan dari Pelabuhan Pasir Gudang Johor menuju Pelabuhan Batam Center.

Dalam rombongan tersebut terdapat enam lansia dan dua anak laki-laki, termasuk bayi berusia tiga bulan yang dipulangkan bersama ibunya. Selama ibunya berada di tahanan, bayi tersebut berada dalam penjagaan Jabatan Kebajikan Malaysia dan KJRI Johor Bahru.

Selain itu, seorang anak berusia satu tahun empat bulan yang lahir di Malaysia juga dipulangkan bersama ibunya setelah selesai menjalani masa tahanan. Sebanyak 182 dari 232 WNI/PMI dipulangkan menggunakan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) karena tidak memiliki dokumen perjalanan lain.

KJRI Johor Bahru terus mempercepat penerbitan dokumen perjalanan meski tantangan di lapangan masih kerap muncul. KJRI Johor Bahru mengimbau seluruh WNI, khususnya calon PMI, agar mematuhi prosedur resmi saat bekerja di luar negeri untuk menghindari masalah hukum dan deportasi.

Hingga Mei 2026, KJRI Johor Bahru telah memfasilitasi pemulangan 2.212 WNI/PMI. Keberhasilan ini didukung sinergi dengan berbagai pihak. Termasuk Jabatan Imigresen Malaysia, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Direktorat Jenderal Imigrasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Kepolisian RI.

“Kolaborasi antar pemangku kepentingan adalah pondasi dari setiap pemulangan yang aman, tertib, dan penuh martabat. KJRI Johor Bahru akan terus berada di garis depan melindungi setiap anak bangsa yang berupaya meningkatkan taraf hidupnya jauh dari rumah,” ucap Jati.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....