Kecelakaan Bus ALS Jadi Sorotan, DPR Tekankan Keselamatan Transportasi

  • 07 Mei 2026 09:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Komisi V DPR RI menyorot, kasus tabrakan bus antar lintas sumatra (ALS) dengan truk tangki BBM, di Sumatra Selatan (Sumsel).
  • Anggota Komisi V DPR, Abdul Hadi mengungkapkan, peristiwa tersebut menambah daftar panjang kecelakaan moda transportasi di berbagai daerah.
  • Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, dalam tata kelola transportasi, jangan sampai mobilitas tinggi dibayar dengan hilangnya nyawa,

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi V DPR RI menyorot, kasus tabrakan bus antar lintas sumatra (ALS) dengan truk tangki BBM, di Sumatra Selatan (Sumsel). Kejadian kelam yang menelan 16 korban jiwa itu terjadi pada, Rabu, 6 Mei 2026.

Anggota Komisi V DPR, Abdul Hadi mengungkapkan, peristiwa tersebut menambah daftar panjang kecelakaan moda transportasi di berbagai daerah. Kondisi ini, harus menjadi alarm serius pemangku kebijakan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan transportasi nasional.

“Kita tidak boleh terus-menerus menjadikan kecelakaan sebagai rutinitas berita. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, dalam tata kelola transportasi, jangan sampai mobilitas tinggi dibayar dengan hilangnya nyawa,” kata politikus PKS ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026.

Abdul mendorong, pemerintah dan pihak terkait untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab kecelakaan. Termasuk, aspek kelayakan kendaraan, kondisi jalan, standar operasional perusahaan transportasi, hingga pengawasan terhadap jam kerja dan kondisi pengemudi.

"Diperlukan penguatan pengawasan terhadap armada angkutan umum dan kendaraan logistik yang beroperasi di jalur-jalur rawan kecelakaan. Terutama pada perjalanan jarak jauh lintas provinsi," ucap Abdul.

Kemudian, Abdul menilai, kecelakaan transportasi hampir selalu berulang dengan pola yang sama. Artinya, ada persoalan sistemik yang harus segera dibenahi.

"Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Jangan dikalahkan oleh kelalaian maupun lemahnya pengawasan,” ujar Abdul.

Ia juga meminta, seluruh korban luka mendapatkan penanganan medis maksimal dan hak-hak korban. Termasuk santunan dan pendampingan keluarga, dapat dipenuhi dengan cepat dan layak.

“Kita berharap tragedi ini menjadi momentum pembenahan serius sistem transportasi nasional. Agar lebih berorientasi pada keselamatan manusia,” kata Abdul.

Sebelumnya diberitakan, kecelakaan maut terjadi antara Bus ALS dengan truk tangki BBM di Sumsel. Insiden ini menewaskan belasan orang. Kecelakaan terjadi kemarin Rabu kemarin sekitar pukul 12.00 WIB.

Bus ALS terbakar hebat di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Simpang Danau, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumsel. Kanit Gakkum Satlantas Polres Muratara, Aiptu Iin Shodikin membeberkan, kronologi mengenaskan tersebut.

"Awalnya bus ALS yang berisi diduga belasan orang melaju dari arah Lubuklinggau menuju ke Jambi. Dari arah yang berlawanan, terdapat mobil tangki BBM yang berisi dua orang," kata Shodikin dalam keterangan persnya, Rabu, 6 Mei 2026.

Setibanya di TKP, ia mengungkapkan, diduga bus ALS masuk ke jalur yang berlawanan. Sehingga menabrak mobil tangki BBM tersebut.

Aiptu Iin menyebut 16 orang tewas akibat insiden ini. Pengemudi dan penumpang mobil tangki BBM tewas terbakar di dalam mobil tersebut.

"Pengemudi bus ALS meninggal dunia, untuk penumpang bus masih kita data total korban yang meninggal dunia. Masih dicari database penumpang," ucap Shodikin.

Total 16 jenazah yang terlibat dalam kecelakaan itu, kata Shodikin, telah dievakuasi ke RS Siti Aisyah Lubuklinggau.

"Ada 16 jenazah, yakni 14 di bus ALS dan 2 di truk tangki minyak, korban meninggal terbakar semua," ujar Shodikin.

"Yang selamat ada empat orang, di mana tiga orang mengalami luka bakar parah. dan satu orang mengalami luka ringan," kata Shodikin menambah keterangannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....