KAI: 24 Korban Masih Dirawat Pascakecelakaan KRL di Bekasi Timur

  • 02 Mei 2026 19:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KAI: saat ini tinggal tersisa 24 korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
  • Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan seluruh upaya yang dilakukan saat ini berfokus pada pemulihan dan peningkatan keselamatan ke depan.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan perkembangan penanganan korban terdampak kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur hingga Sabtu 2 Mei 2026. Dari total 106 korban yang sebelumnya terdampak, saat ini tinggal tersisa 24 korban yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sementara sebanyak 76 orang telah kembali ke rumah. Mengingat, kondisinya dinilai sudah membaik sehingga dibolehkan pulang oleh dokter.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, perusahaan terus memprioritaskan pendampingan bagi seluruh pelanggan yang terdampak insiden tersebut. Menurutnya, fokus utama KAI saat ini adalah memastikan setiap pelanggan mendapatkan perawatan dan proses pemulihan yang optimal.

“KAI memastikan seluruh pelanggan yang masih dirawat mendapatkan pendampingan yang memadai selama masa pemulihan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu 2 Mei 2026. KAI juga berkomitmrn untuk terus memantau perkembangan kondisi para korban serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan keluarga korban.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna layanan KRL. Perusahaan berharap seluruh pelanggan yang masih menjalani perawatan dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Ia menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan setiap korban dapat menjalani masa pemulihan secara baik. Tentu dengan pendampingan ketat yang memadai oleh dokter di rumah sakit.

“Kami memahami bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu, karena itu, kami terus mendampingi pelanggan dan keluarga, memastikan kebutuhan selama perawatan terpenuhi. Serta menghadirkan layanan trauma healing agar proses pemulihan dapat berjalan lebih tenang,” ujar Anne.

Sebagai bentuk pendampingan, KAI masih membuka Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur hingga 11 Mei 2026. Posko tersebut menjadi pusat layanan bagi pelanggan dan pihak keluarga.

Di posko terebut pelanggan atau keluarga korban akan dilayani oleh petugas KAI. Mulai dari layanan kesehatan lanjutan, koordinasi administrasi, hingga program trauma healing yang dilakukan secara bertahap.

Di sisi lain, proses pengembalian barang pelanggan juga terus berlangsung. Hingga 2 Mei 2026 pukul 06.00 WIB, tercatat 115 barang telah ditemukan.

Dari jumlah tersebut, 57 barang telah diserahkan kepada pemilik, sedangkan 58 lainnya masih dalam tahap verifikasi. KAI mengimbau pelanggan yang merasa kehilangan barang untuk mengambilnya melalui Posko Bekasi Timur.

Dukungan masyarakat di lokasi kejadian juga terus mengalir. Warga dan berbagai komunitas datang menyampaikan doa serta meninggalkan bunga sebagai bentuk kepedulian dan penguat bagi keluarga korban dalam menghadapi masa sulit.

Sementara itu, layanan di Stasiun Bekasi Timur telah kembali beroperasi sejak 28 April 2026. Sejak operasional kembali berjalan, volume pengguna KRL tercatat mencapai 15.774 pengguna untuk Gate In dan 20.575 pengguna untuk Gate Out.

Dalam proses pendampingan, KAI juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan kehidupan keluarga korban meninggal dunia. Di antaranya, dengan memberikan jaminan pendidikan bagi anak-anak yang ditinggalkan.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan seluruh upaya yang dilakukan saat ini berfokus pada pemulihan dan peningkatan keselamatan ke depan. “Kami tak henti menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan dan keluarga atas kejadian di Stasiun Bekasi Timur," ucapnya.

"Kami akan terus mendampingi setiap keluarga dan pelanggan dalam proses pemulihan ini. Doa dan kepedulian yang hadir menjadi penguat bagi kami untuk terus menjaga keselamatan ke depan,” kata Bobby.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....