Tekan Kecelakaan, Kakorlantas Dorong Integrasi Data Perilaku Pengemudi Taksi
- 06 Mei 2026 18:38 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Agus menegaskan, setiap peristiwa kecelakaan perlu dilihat komprehensif tidak hanya dari sisi pengemudi tetapi juga kendaraan perusahaan
- Kakorlantas menegaskan kepatuhan berlalu lintas harus menjadi budaya bersama seluruh pengguna jalan di Indonesia
- Pelatihan ulang bagi pengemudi taksi penting dilakukan untuk memastikan kompetensi serta perilaku berkendara sesuai standar keselamatan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Kakorlantas) Irjen Pol Agus Suryonugroho mendorong integrasi data perilaku pengemudi taksi guna menekan kecelakaan. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kompetensi pengemudi taksi lewat pelatihan di Indonesia Safety Driving Center (ISDC).
Hal tersebut disampaikan dalam audiensi bersama manajemen perusahaan taksi dengan menegaskan pendekatan kecelakaan tidak hanya penegakan hukum. “Bukan dalam rangka intervensi, tetapi kolaborasi yang terbaik seperti apa,” ujar Agus dilansir dari laman, humaspolri.go.id, Rabu, 6 Mei 2026.
Agus menegaskan, setiap peristiwa kecelakaan perlu dilihat secara komprehensif tidak hanya dari sisi pengemudi tetapi kendaraan. Karenanya, ditekankan pentingnya evaluasi bersama mencakup manajemen perusahaan serta kondisi jalan guna mencegah kejadian serupa terulang.
Korlantas juga mendorong pencatatan rekam jejak pengemudi atau traffic attitude record yang terintegrasi dengan perusahaan transportasi taksi.
Dengan sistem tersebut perusahaan dapat memantau perilaku pengemudi termasuk riwayat pelanggaran serta tingkat kepatuhan dalam berlalu lintas.
“Kita punya ISDC, Indonesia Safety Driving Center. Nanti pengemudi bisa dilatih kembali agar lebih baik,” ujar Agus.
Ia menambahkan, pelatihan ulang bagi pengemudi taksi penting dilakukan untuk memastikan kompetensi serta perilaku berkendara sesuai standar keselamatan. Program ini diharapkan menjadi model kerja sama antara Korlantas Polri dengan perusahaan transportasi dalam meningkatkan keselamatan lalu lintas.
Dalam kesempatan tersebut, Kakorlantas menegaskan kepatuhan berlalu lintas harus menjadi budaya bersama seluruh pengguna jalan di Indonesia. “Yang kami banggakan bukan penegakan hukum, tetapi ketika pengguna jalan sadar akan keselamatan dan disiplin berlalu lintas,” ujarnya.
Seperti diketahui, isu taksi kembali menjadi perhatian publik setelah insiden kecelakaan kereta api di kawasan Bekasi Timur. Peristiwa tersebut memicu sorotan terhadap keselamatan operasional angkutan umum, khususnya taksi yang beroperasi di wilayah perkotaan padat.
Kementerian Perhubungan tengah melakukan audit investigasi terhadap Taxi Green SM menyusul kecelakaan kereta api di Bekasi Timur. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh aspek keselamatan dan operasional perusahaan berjalan sesuai ketentuan berlaku nasional.
Sebelum kecelakaan terjadi, perjalanan kereta rel listrik sempat terhenti karena terhalang kendaraan taksi di perlintasan rel. Taxi Green SM dilaporkan menyangkut di perlintasan sehingga menghambat laju kereta sebelum terjadi insiden tabrakan tersebut.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan, telah melakukan audit investigasi menyeluruh mencakup aspek operasional teknis serta sumber daya manusia. Pemerintah ingin memastikan perusahaan taksi tersebut mematuhi seluruh standar keselamatan sebagai penyedia jasa transportasi publik yang bertanggung jawab.
Dalam proses audit, Kementerian Perhubungan melakukan inspeksi langsung ke pool Taxi Green SM di Kemayoran Jakarta. Audit dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat guna memastikan penerapan sistem keselamatan berjalan sesuai ketentuan berlaku nasional.
Pemeriksaan difokuskan pada penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum atau SMK PAU dalam operasional perusahaan tersebut. Audit ini menilai apakah seluruh prosedur keselamatan telah dijalankan dengan baik terutama terkait kondisi kendaraan dan pengemudi.
Sementara itu, terkait kecelakaan kereta api tersebut, Dudy meminta, masyarakat menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Ia mengimbau semua pihak menghormati proses investigasi agar penyebab kecelakaan dapat diketahui secara pasti dan objektif.
Menurutnya, KNKT masih melakukan investigasi terhadap kecelakaan antara KRL dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur. Proses investigasi dilakukan menyeluruh dengan mengumpulkan fakta lapangan serta analisis komprehensif untuk menghasilkan rekomendasi keselamatan transportasi nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....