KAI Gelar Doa Bersama untuk 16 Korban Kecelakaan Kereta Api Meninggal Dunia
- 04 Mei 2026 19:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT KAI menggelar doa bersama untuk 16 korban kecelakaan kereta api meninggal dunia di Stasiun Bekasi Timur.
- Hadir Dirut PT KAI, Bobby Rasyidin.
RRI.CO. ID, Kota Bekasi- PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menggelar tahlilan dan doa bersama untuk 16 korban kecelakaan kereta api di Bekasi Meninggal dunia. Doa bersama dilangsungkan di Stasiun Kereta Api Bekasi Timur, Senin, 4 Mei 2026.
Doa bersama dihadiri oleh Direktur Utama (Dirut) PT KAI, Bobby Rasyidin dan jajaran. Nampak hadir dalam pula dalam kesempatan tersebut Komisaris Utama (Komut) PT KAI, Said Aqil Siradj.
Dalam kesempatan tersebut Bobby Rasyidin menyampaikan belasungkawa. Sekaligus menyampaikan permohonan maaaf sebesar-besarnya kepada para korban .
Ia juga menegaskan, bahwa meninggalnya para korban merupakan kehilangan sangat besar. Dan ia menekankan PT KAI ingin menjadi bagian dari keluarga para korban untuk bisa merasakan lebih duka para keluarga.
"Ini kehilangan besar tidak hanya buat keluarga korban, juga kehilangan besar buat kami. Tidak henti-hentinya kami mendoakan dan tentunya kami berbelasungkawa sebesar-besarnya, memohon maaf dan ini tanggungjawab kami," katanya, saat diwawancarai wartawan, Senin, 4 Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, PT KAI juga menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan lebih baik. Serta layanan lebih aman ke depannya dengan tingkat keselamatan yang tidak bisa ditoleransi dan dikompromikan.
Bobby juga menjelaskan, bahwa PT KAI memberikan pendampingan penuh kepada para korban. Salah satunya dengan mengantarkan korban meninggal hingga ke pemakaman.
Selain itu, PT KAI juga mengurus sepenuhnya hak-hak para korban. Termasuk mengurus korban luka-luka yang berada di rumah sakit dengan memberikan pendampingan penuh dengan menempatkan staf KAI 24 jam penuh di rumah sakit tempat korban dirawat.
PT KAI juga mengupayakan yang terbaik bagi para korban yang saat ini sedang dalam perawatan. Sehingga para korban bisa segera pulih seperti sediakala.
"Kami pendamping full untuk yang meninggal dunia kami menghantarkan sampai ke liang kubur. Kami mengurusi hak-hak para korban, termasuk korban luka-luka kami melakukan pendampingan full," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....