Kasus Viral 'Daycare' Depok-Yogyakarta, DPR: Kegagalan Sistem Perlindungan Anak

  • 27 Apr 2026 07:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota DPR RI Fraksi PKB, Eva Monalisa menyesalkan, kasus kekerasan terhadap anak yang dititipkan di 'daycare' terus berulang
  • Ini bukan lagi sekadar kelalaian. Tetapi indikasi kegagalan sistem perlindungan anak yang serius dan berulang,
  • Anak-anak adalah kelompok paling rentan, dan negara wajib hadir melindungi mereka.

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota DPR RI Fraksi PKB, Eva Monalisa menyesalkan, kasus kekerasan terhadap anak yang dititipkan di 'daycare' terus berulang. Sebelumnya, kasus kekerasan ini pernah viral sebagaimana terjadi di Sawangan, Depok, Jawa Barat, pada 2024 lalu.

Pada kasus daycare di Depok, terjadi tindak kekerasan penyiraman air panas kepada balita oleh pengasuhnya. Sekarang ini, kasus dugaan kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Daycare Little Aresha, di Yogyakarta.

“Ini bukan lagi sekadar kelalaian. Tetapi indikasi kegagalan sistem perlindungan anak yang serius dan berulang,” kata Eva Monalisa dalam keterangan persnya, di Jakarta, Senin, 27 April 2026.

Ia menegaskan, kasus kekerasan ini adalah bentuk pelanggaran berat terhadap hak anak. Kasus tersebut, tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun.

"Negara tidak boleh kalah oleh kelalaian pengawasan. Jika kasus serupa terus berulang dari Depok hingga Yogyakarta, maka jelas ada yang salah dalam sistem pengawasan daycare di Indonesia,” ucap Anggota Komisi VII DPR RI ini.

Kemudian, ia menambahkan, persoalan ini bukan lagi soal oknum, tapi kegagalan sistem. Sebab, ketika jumlah korban mencapai puluhan anak, ini menunjukkan kegagalan kolektif, baik pengelola, pengawas, maupun regulasi.

“⁠Anak-anak adalah kelompok paling rentan, dan negara wajib hadir melindungi mereka. Saya mendesak pemerintah untuk segera melakukan audit nasional seluruh daycare di Indonesia,” ujar Eva.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menurunkan tim untuk memberikan pendampingan. Terkait, penanganan kasus 53 anak korban kekerasan di Daycare Little Aresha di Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta.

"Rencananya besok di assesment awal, Kementerian PPPA akan menurunkan tim untuk mendampingi. Kasus ini sudah menjadi atensi dari Ibu Menteri (PPPA)," kata Plt Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA, Indra Gunawan saat dihubungi di Jakarta, Minggu, 26 April 2026.

Ia mengatakan, Kementerian PPPA saat ini telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) setempat. "Tadi malam (kami) juga ada zoom (meeting) dengan pihak-pihak terkait," ucap Indra.

Diketahui, Daycare Little Aresha di Yogyakarta dilaporkan ke polisi terkait dugaan kekerasan dan diskriminasi terhadap anak-anak yang dititipkan. Polisi kemudian menggerebek daycare tersebut pada Jumat, 24 April 2026.

Hingga saat ini, sedikitnya ada 53 anak yang terindikasi mengalami kekerasan dari 103 anak yang dititipkan. Kekerasan terhadap anak itu diduga terjadi sejak daycare tersebut beroperasi selama satu tahun.

Polresta Yogyakarta saat ini masih memeriksa sejumlah saksi. Saksi tersebut, guna melengkapi alat bukti.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....