Anita Asante Khawatir Sepak Bola Wanita Jadi Korban Rencana FIFA
- 31 Jul 2026 21:46 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Mantan bek tim nasional Inggris, Anita Asante, menilai sepak bola wanita berpotensi menjadi pihak pertama yang terdampak apabila rencana Presiden FIFA Gianni Infantino menjual sebagian kepemilikan kompetisi FIFA kepada investor swasta benar-benar direalisasikan. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat mengganggu penyelenggaraan berbagai turnamen internasional sepak bola putri.
Dilansir dari BBC, kekhawatiran itu muncul setelah 55 asosiasi anggota UEFA memutuskan akan memboikot seluruh kompetisi FIFA apabila badan sepak bola dunia tersebut tetap melanjutkan proposal investasi swasta. Sikap tersebut berpotensi memengaruhi sejumlah agenda penting, termasuk Piala Dunia Wanita U-20 FIFA yang dijadwalkan berlangsung di Polandia mulai 5 September 2026.
Anita Asante mengatakan sepak bola wanita menjadi sektor yang paling rentan terdampak karena kalender kompetisinya sudah sangat padat. Ia menilai FIFA belum sepenuhnya memperhitungkan konsekuensi terhadap perkembangan sepak bola putri apabila konflik dengan konfederasi-konfederasi besar terus berlanjut.
"Korban pertama adalah turnamen sepak bola wanita. Saya rasa FIFA belum mempertimbangkan implikasi dari keputusan mereka," ujar Anita Asante.
Asante juga menyoroti jadwal kualifikasi Piala Dunia Wanita 2027 yang akan mempertemukan Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara pada Oktober 2026. Menurutnya, kesempatan tampil di ajang Piala Dunia merupakan pencapaian penting bagi para pemain sehingga tidak boleh terganggu oleh persoalan tata kelola organisasi sepak bola.
"Anda tidak bisa menganggap remeh kesempatan untuk bermain di Piala Dunia. Jika masalah ini tidak terselesaikan sebelum kualifikasi Inggris, dampaknya bisa sangat besar," katanya.
Sementara itu, FIFA menegaskan tidak sedang menjual sepak bola, melainkan menawarkan investasi minoritas melalui pembentukan anak perusahaan komersial yang akan mengelola berbagai kompetisi internasional. FIFA juga menyebut proses konsultasi terkait rencana tersebut telah dipengaruhi oleh pemberitaan media yang dinilai tidak akurat.
Penolakan terhadap proposal tersebut terus meluas. Selain UEFA, Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (Concacaf) menyatakan para anggotanya menolak usulan FIFA. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) juga menyampaikan solidaritas kepada UEFA dan Concacaf serta meminta FIFA meninjau kembali mekanisme konsultasi dalam pengambilan keputusan strategis.
Kekhawatiran serupa turut disampaikan mantan Direktur Sepak Bola Wanita Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Baroness Sue Campbell. Ia menilai akan menjadi hal yang sangat disayangkan apabila sepak bola wanita menjadi pihak pertama yang terdampak dari konflik tersebut. Menurutnya, investasi komersial memang penting, namun tidak boleh menggeser nilai dan esensi utama olahraga sepak bola sebagai milik seluruh komunitas sepak bola dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....