Penolakan terhadap Rencana FIFA Menguat, Tiga Konfederasi Bersatu

  • 31 Jul 2026 21:49 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Penolakan terhadap rencana Presiden FIFA Gianni Infantino untuk membuka investasi swasta pada kompetisi utama FIFA terus menguat. Sejumlah konfederasi sepak bola dunia menilai usulan tersebut berpotensi mengubah karakter Piala Dunia dan mengancam tata kelola sepak bola global.

Dilansir dari BBC, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan bergabung bersama UEFA serta Concacaf dalam menolak proposal tersebut. AFC menilai rencana itu belum melalui proses konsultasi yang memadai dan belum mampu membangun konsensus luas di antara anggota FIFA.

AFC menegaskan bahwa Piala Dunia merupakan kompetisi yang menjadi milik seluruh keluarga sepak bola dunia. Karena itu, setiap kebijakan yang berpotensi mengurangi nilai universal dan persatuan kompetisi harus dipertimbangkan kembali melalui mekanisme yang lebih inklusif.

Penolakan juga datang dari Perdana Menteri Greater Manchester, Andy Burnham. Ia menilai usulan tersebut menunjukkan lemahnya arah kepemimpinan FIFA saat ini. Burnham bahkan menyebut Gianni Infantino bukan sosok yang tepat memimpin organisasi sepak bola dunia apabila tetap memaksakan kebijakan tersebut.

"Ini adalah usulan yang keterlaluan. Gagasan bahwa hal itu bahkan bisa diajukan menunjukkan bahwa, menurut saya, dia bukanlah orang yang tepat untuk memimpin organisasi tersebut," kata Andy Burnham.

Di sisi lain, tekanan terhadap FIFA semakin besar setelah penasihat senior Presiden FIFA untuk strategi dan tata kelola global, Carlos Cordeiro, memutuskan mengundurkan diri. Ia menilai proposal tersebut merupakan kesepakatan yang tidak menguntungkan bagi masa depan sepak bola dan mempertanyakan minimnya transparansi dalam proses penyusunannya.

"Tanggung jawab FIFA bukanlah untuk memaksimalkan keuntungan komersial dengan segala cara. Tanggung jawabnya adalah untuk melindungi dan memperkuat sepak bola untuk generasi mendatang," ujar Carlos Cordeiro.

FIFA sendiri mengusulkan pembentukan anak perusahaan komersial bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akan mengelola berbagai turnamen utama, termasuk Piala Dunia. Dalam skema tersebut, investor eksternal dapat membeli kepemilikan saham minoritas sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai komersial kompetisi.

Namun, apabila seluruh anggota AFC, UEFA, dan Concacaf mengikuti sikap konfederasinya masing-masing, maka lebih dari separuh anggota FIFA diperkirakan akan menolak proposal tersebut. Kondisi itu membuat peluang pengesahan rencana investasi swasta terhadap kompetisi FIFA menjadi semakin kecil, sementara perdebatan mengenai tata kelola sepak bola global diperkirakan masih akan berlanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....