Enam Simpatisan dan Anggota OPM Tinggalkan Kelompok, Pilih Kembali ke NKRI

  • 10 Sep 2026 11:40 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika - Keberhasilan pendekatan humanis dan pembinaan teritorial kembali ditunjukkan Satgas Koops TNI Habema di wilayah Papua Tengah. Dalam dua hari berturut-turut, lima simpatisan OPM Kodap VIII/Intan Jaya dan seorang anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI, kamis 10 Agustus 2026.

Bertempat di Titik J2 Satgas Yonif 744/SYB, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, prosesi pertama berlangsung pada Minggu, 6 September 2026. Lima simpatisan OPM berinisial JJ, PB, RS, NS, dan MS secara sadar memilih meninggalkan aktivitas kelompok dan kembali bergabung dengan NKRI.

Latar belakang kelima orang tersebut beragam, mulai dari pelajar, pengemudi ojek hingga pekerja mandiri. Keputusan untuk kembali ke NKRI diambil setelah mereka mengikuti proses komunikasi dan dialog persuasif, menyusul adanya indikasi interaksi dengan pimpinan TPNPB-OPM Kodap VIII/Intan Jaya.

Di Kabupaten Puncak, langkah serupa juga dilakukan Erison Murib alias Buton Murib yang berusia 22 tahun. Anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga pimpinan Arodi Kulla itu mengucapkan ikrar kesetiaan kepada NKRI di Lapangan Koramil 1717-03/Beoga pada Senin, 7 September 2026.

Menurut keterangan Satgas, Erison berperan sebagai penyuplai logistik kelompok bersenjata dan terindikasi pernah terlibat dalam kerusuhan Julukoma pada 2019. Suasana haru turut mewarnai prosesi tersebut ketika pihak keluarga menyampaikan terima kasih atas pendekatan humanis yang dilakukan TNI.

Harapan keluarga juga disampaikan agar Erison memperoleh dukungan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Alkitab. Prosesi ikrar di kedua wilayah berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dihadiri jajaran Satgas, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Sebagai tanda meninggalkan masa lalu, para mantan simpatisan dan anggota OPM mengenakan pakaian batik serta menandatangani surat ikrar kesetiaan. Mereka kemudian mencium Bendera Merah Putih dan mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, mengapresiasi keberanian para warga yang memilih jalan damai. Ia menegaskan bahwa pintu persaudaraan tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin meninggalkan kelompok bersenjata dan kembali menyatu bersama masyarakat.

Komitmen tersebut, menurut Wirya, akan diwujudkan melalui pendekatan komunikasi sosial dengan tetap memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Papua. TNI juga akan mengawal proses pemulihan sosial para mantan anggota dan simpatisan OPM agar dapat kembali beraktivitas secara aman di tengah masyarakat.

Sementara itu, keberhasilan ikrar setia di Intan Jaya dan Puncak dinilai menunjukkan bahwa pendekatan teritorial serta dialog terbuka dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan perdamaian di wilayah konflik. TNI mengimbau masyarakat yang masih berada dalam kelompok bersenjata untuk memilih jalan damai dan bersama-sama membangun Papua, sementara situasi keamanan di Distrik Sugapa dan Distrik Beoga dilaporkan aman dan kondusif.(Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....