Kiwirok Jadi Saksi Delapan Anggota TPNPB-OPM Kembali ke NKRI

  • 12 Jun 2026 20:07 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID,Mimika – Sebuah momen penuh makna dan harapan terjadi di Lapangan Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Rabu 10 juni 2026, ketika delapan anggota TPNPB-OPM Kodap XV/Ngalum Kupel secara sukarela menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peristiwa tersebut menjadi simbol lahirnya tekad baru untuk meninggalkan konflik dan bersama-sama membangun masa depan yang damai.

Kegiatan ini dihadiri unsur TNI, pemerintah distrik, kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh adat, para pendeta, serta ratusan warga dari 12 kampung di Distrik Kiwirok. Suasana khidmat terasa sejak lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan bersama sebagai simbol persatuan dan kebersamaan dalam membangun Papua yang lebih sejahtera.

Wakil Panglima Komando Operasi TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dapat kembali mengunjungi Kiwirok dan menyaksikan perkembangan positif yang terjadi di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa masa depan Papua harus dibangun melalui persaudaraan, dialog, dan kerja sama, bukan melalui konflik dan permusuhan.

Menurut Brigjen Riyanto, seluruh masyarakat memiliki harapan yang sama, yakni anak-anak dapat bersekolah dengan aman, masyarakat dapat berkebun dan berdagang dengan tenang, serta kampung-kampung berkembang menuju kesejahteraan. Ia juga menegaskan komitmen TNI untuk terus mendampingi masyarakat dalam mewujudkan Papua yang damai dan sejahtera.

Dengan pendekatan humanis, Brigjen Riyanto mengajak anggota kelompok yang masih berada di hutan untuk tidak ragu kembali kepada keluarga dan masyarakat. Ia menekankan bahwa pintu perdamaian selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin meninggalkan konflik dan berkontribusi membangun daerahnya.

Kepala Distrik Kiwirok, Abdeus Tepmul, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menjaga keamanan sehingga masyarakat kini dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang. Ia menegaskan pemerintah distrik bersama masyarakat akan terus memperkuat koordinasi guna mempercepat pemulihan dan pembangunan di seluruh wilayah Kiwirok.

Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan Bendera Bintang Kejora oleh delapan anggota TPNPB-OPM, penandatanganan naskah ikrar, pembacaan pernyataan kesetiaan kepada NKRI, penciuman Sang Merah Putih, serta penyerahan senjata yang mereka miliki. Prosesi tersebut menjadi simbol keberanian untuk menutup lembaran lama dan memilih jalan damai sebagai masa depan yang lebih baik.

Suasana haru menyelimuti jalannya prosesi. Bagi masyarakat Kiwirok, momen ini bukan sekadar kembalinya delapan orang ke pangkuan bangsa, tetapi juga menjadi tanda tumbuhnya harapan baru bahwa perdamaian dapat diwujudkan melalui pendekatan kemanusiaan, saling menghormati, dan membangun kepercayaan.

Usai ikrar, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial, pelayanan kesehatan, ramah tamah, dan makan bersama antara jajaran TNI dan masyarakat. Kebersamaan tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kedekatan antara aparat dan warga dapat menjadi jembatan untuk memperkuat rasa saling percaya serta menjaga stabilitas wilayah.

Peristiwa di Kiwirok menunjukkan bahwa perdamaian tidak hanya diukur dari berhentinya konflik, tetapi juga dari keberanian untuk saling memaafkan, membuka ruang dialog, dan bersama-sama menata masa depan. Dengan keamanan yang semakin kondusif, pelayanan publik yang berjalan, serta pembangunan yang terus berlanjut, harapan akan Papua yang damai dan sejahtera semakin nyata untuk diwujudkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....