Antisipasi El Nino Nabire BMKG Minta Petani Pakai Varietas Tahan Kering

  • 02 Sep 2026 05:21 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang paling rentan terhadap ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino di Kabupaten Nabire. Penurunan intensitas curah hujan secara drastis berpotensi mengganggu siklus tanam, menurunkan produktivitas lahan, hingga memicu risiko gagal panen bagi para petani lokal.

Menghadapi tantangan tersebut, BMKG mendesak adanya penyesuaian strategi serta prapengolahan lahan secara lebih terencana. Langkah penyesuaian ini dinilai penting agar sektor pertanian tetap produktif dan tidak mengalami kerugian material yang besar akibat minimnya ketersediaan air pasokan irigasi.

Kepala Stasiun Meteorologi Klimatologi Nabire, Husain Kamadi, menekankan pentingnya pemilihan komoditas yang adaptif terhadap kondisi cuaca ekstrem. Ia menyarankan agar Dinas Pertanian dan para kelompok tani mulai mengalihkan pilihan tanaman pada varietas yang memiliki masa panen singkat serta daya tahan tinggi.

"Terkait dampaknya El Nino ini, kami menghimbau agar tanaman yang akan ditanam menggunakan varietas genjah, artinya varietas yang bisa tahan terhadap kekeringan. Ini perlu dipikirkan juga oleh teman-teman di pertanian," ujar Husain Kamadi saat memberikan keterangannya.

Selain pemilihan benih, Husain juga mengingatkan agar pengelola sektor pertanian melakukan manajemen pengairan secara ekstra efisien di lapangan. Pembatasan perluasan lahan di daerah yang rawan kekeringan harus dilakukan agar alokasi air yang terbatas bisa difokuskan secara optimal.

"Prioritaskan air pada fase kritis tanaman dan batasi ekspansi di wilayah yang sangat rentan. Daerah yang sudah kering mungkin tidak lagi dilakukan penanaman, tetapi bisa dicari daerah lain untuk penanaman kembali," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....