El Nino Sangat Kuat Bayangi Nabire, BMKG Wanti-Wanti Krisis Air dan Karhutla
- 02 Sep 2026 04:45 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire — Meski wilayah Kabupaten Nabire sempat diguyur hujan dalam tiga hari terakhir akibat pemanasan permukaan bumi dan dinamika atmosfer, masyarakat diminta untuk tidak lengah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomena El Nino secara global kini telah memasuki kategori sangat kuat dan diprediksi bertahan hingga awal tahun depan.
Kepala Stasiun Meteorologi Klimatologi Nabire, Husain Kamadi, menjelaskan bahwa secara historis berdasarkan data Zona Musim (ZOM) periode 1991–2020, Nabire sebenarnya merupakan wilayah tipe satu atau Hujan Sepanjang Tahun (HST). Artinya, daerah ini pada dasarnya tidak memiliki musim kemarau murni.
Namun, kehadiran El Nino global saat ini mengubah pola cuaca lokal secara signifikan.
"El Nino ini terbagi dari level rendah, menengah, kuat, hingga sangat kuat. Kondisi saat ini sudah masuk kategori sangat kuat dan diperkirakan berlangsung sampai awal tahun 2024," ujar Husain Kamad.
Husain menegaskan, dampak El Nino sangat kuat ini memicu penurunan curah hujan yang signifikan, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur seperti Nabire. Hujan yang terjadi belakangan ini hanya fenomena lokal sementara, sementara tren utamanya tetap mengarah pada penurunan curah hujan.
Berdasarkan data analisis dan prakiraan BMKG untuk periode Agustus hingga September, curah hujan di Kabupaten Nabire diproyeksikan berada pada kategori rendah, yakni hanya berkisar antara 0 hingga 50 milimeter per bulan.
Kondisi tersebut membawa sejumlah ancaman serius bagi masyarakat Nabire yang perlu diwaspadai bersama, di antaranya:
Krisis Air Bersih: Penurunan curah hujan yang drastis memicu berkurangnya ketersediaan sumber air bersih untuk kebutuhan harian warga.
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla): Kekeringan meningkatkan risiko karhutla, terutama jika ada aktivitas warga yang membuka lahan dengan cara membakar secara masif.
Potensi Gagal Panen: Sektor pertanian berpotensi mengalami penurunan produktivitas hingga kegagalan panen akibat kekurangan pasokan air irigasi.
BMKG mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah daerah untuk memperkuat langkah mitigasi, menghemat penggunaan air bersih, serta menghindari tindakan pembakaran lahan guna mencegah dampak kekeringan yang lebih parah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....