Mahasiswa Soroti Maraknya Pembunuhan dan Rasa Aman di Mimika

  • 01 Sep 2026 03:00 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Timika se-Indonesia dan Forum Independen Mahasiswa Kota Studi Mimika menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRK Mimika, pada hari senin 31 agustus 2026. Dalam aksi tersebut, massa mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika, DPRK Mimika, serta aparat TNI-Polri mengusut tuntas berbagai kasus yang mereka nilai berkaitan dengan pelanggaran HAM di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Mimika.

Mahasiswa meminta pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai kasus yang terjadi di Mimika, terutama persoalan keamanan yang dinilai semakin meresahkan masyarakat. Mereka menilai pemerintah dan aparat keamanan harus segera mengambil langkah nyata untuk memastikan masyarakat merasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Salah satu kasus yang menjadi sorotan adalah pembunuhan dua pelajar SMK di Mimika yang saat itu sedang menjalani praktik kerja atau magang di salah satu bengkel di Jalan Yan Tinal, SP3. Kasus tersebut membuat mahasiswa mempertanyakan rasa aman bagi masyarakat, terutama anak-anak yang sedang menempuh pendidikan.

Mahasiswa menilai terjadinya kasus pembunuhan secara berturut-turut menunjukkan bahwa persoalan keamanan di Mimika tidak boleh dipandang sebelah mata. Mereka mempertanyakan apakah masyarakat harus kehilangan nyawa di tanah sendiri dan mendesak agar kasus kekerasan segera diusut serta pelakunya diproses sesuai hukum.

Ketua DPRK Mimika, Primus Natikapereyau, mengaku prihatin dengan masih terjadinya kasus pembunuhan di Kabupaten Mimika. Ia mengatakan persoalan tersebut harus menjadi perhatian bersama, karena saat ini masyarakat Papua juga dihadapkan pada persoalan kekerasan yang terjadi antarsesama.

“Yang saya kesalkan bahwa pembunuhan terus terjadi. Hari ini kita Papua dengan Papua saling membunuh dan kita menyatakan bahwa orang dari luar membunuh kita. Tetapi hari ini kita secara tidak sadar bahwa kita saling membunuh,” kata Primus.

Primus mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika dan aparat keamanan untuk membahas persoalan tersebut. “Besok saya akan duduk bersama dengan Bupati, Kapolres, Dandim, dan semua yang punya kepentingan di sini. Sebelah hal ini kita hentikan, tidak boleh nanti terjadi hal-hal seperti ini,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan masih terjadinya pembunuhan di tengah banyaknya unsur keamanan serta dukungan anggaran yang besar di Kabupaten Mimika. Menurutnya, kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak.

Primus menegaskan DPRK Mimika akan tetap membuka ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dan bersama-sama mengawal persoalan keamanan di daerah. Ia mengapresiasi kedatangan mahasiswa dan berharap seluruh pihak dapat bersatu menghentikan kekerasan serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat Mimika.(Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....