Dari Seminar Kebangsaan GAMKI, Mahasiswa USWIM Serukan Perdamaian untuk Papua
- 03 Jul 2026 19:25 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Seminar Wawasan Kebangsaan yang digelar DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Nabire di Auditorium RRI Nabire, Jumat 3 Juli 2026 tidak hanya menghadirkan pandangan para akademisi dan narasumber, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan harapan mereka terhadap masa depan Papua dan Indonesia.
Mahasiswa USWIM Nabire, Dila dan Elisabet Degei, mengapresiasi penyelenggara yang telah memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurut keduanya, seminar kebangsaan menjadi wadah penting dalam menumbuhkan semangat persatuan sekaligus memperkuat pemahaman kebangsaan di kalangan mahasiswa.
Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak generasi muda memahami pentingnya menjaga persatuan, mewujudkan Papua Tengah yang damai, serta bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik.
Dalam kesempatan itu, Elisabet Degei menyampaikan pandangannya mengenai persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menilai bahwa meskipun kondisi keamanan di sebagian besar wilayah Indonesia relatif kondusif, konflik bersenjata yang masih terjadi di sejumlah wilayah pegunungan Papua menjadi perhatian serius yang membutuhkan kehadiran negara.
"Papua ini masih terjadi konflik. Tolong pemerintah menyikapi kondisi Papua saat ini supaya masyarakat dapat mengalami damai yang sesungguhnya seperti yang dirasakan di daerah lain di tanah air ini," ujar Elisabet.
Menurutnya, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan untuk menjamin rasa aman dan kedamaian, terutama bagi masyarakat Papua yang tinggal di daerah pedalaman dan wilayah terpencil.
Sementara itu, Dila, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) semester VII, berharap Seminar Wawasan Kebangsaan dapat menjadi agenda rutin. Ia juga mengusulkan agar panitia memberikan waktu yang lebih panjang pada sesi diskusi dan tanya jawab sehingga peserta memiliki kesempatan lebih luas untuk bertukar pikiran dengan para narasumber.
"Melalui diskusi yang lebih panjang, mahasiswa dapat menyampaikan pandangan, berdialog, sekaligus memperoleh wawasan yang lebih mendalam dari para narasumber," ungkapnya.
Partisipasi aktif mahasiswa dalam seminar tersebut menunjukkan bahwa generasi muda Papua memiliki kepedulian besar terhadap isu persatuan, perdamaian, dan pembangunan. Mereka berharap ruang-ruang dialog seperti ini terus diperluas sebagai bagian dari upaya membangun Papua Tengah yang aman, damai, dan sejahtera.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....