Security Awareness Dorong Budaya Keamanan di Bandara Nabire

  • 31 Agt 2026 20:17 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Upaya memperkuat keamanan penerbangan di Bandar Udara Douw Aturure Nabire tidak hanya bergantung pada petugas keamanan, pengelola bandara, maupun operator penerbangan. Kesadaran dan kepedulian seluruh pihak yang beraktivitas di lingkungan bandar udara menjadi bagian penting dalam membangun budaya keamanan penerbangan.

Hal tersebut disampaikan Pemateri Security Awareness, Cepriko, dalam Rapat Komite Keamanan Bandar Udara (KKBU) UPBU Kelas II Douw Aturure Nabire yang digelar di Aula LPP RRI Nabire, Senin 31 Agustus 2026.

Cepriko menjelaskan, materi Security Awareness diberikan sebagai bagian dari upaya membangun budaya keamanan sekaligus meningkatkan kepedulian seluruh pihak terhadap keselamatan dan keamanan di lingkungan bandar udara.

Menurutnya, keamanan penerbangan tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak karena seluruh unsur yang beraktivitas di lingkungan bandara memiliki peran dalam menjaga keamanan.

“Keamanan dan keselamatan merupakan tanggung jawab kita semua. UPBU, bandar udara, maskapai, ground handling, dan semua yang terlibat serta beraktivitas di lingkungan bandar udara bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan bandar udara,” ujar Cepriko.

Ia menjelaskan, budaya keamanan perlu dibangun melalui pemahaman terhadap berbagai ketentuan yang berlaku di lingkungan bandar udara. Hal tersebut termasuk memahami area yang dapat diakses oleh masyarakat maupun area yang memiliki pembatasan akses.

Akses Area Bandara Dikendalikan

Cepriko menerangkan, di dalam bandar udara terdapat Daerah Keamanan Terbatas atau area yang diidentifikasi sebagai wilayah berisiko tinggi sehingga akses masuknya dikendalikan dan dilakukan pemeriksaan keamanan.

Menurutnya, pengendalian akses tersebut bukan semata-mata merupakan keputusan petugas di lapangan, melainkan memiliki dasar aturan dan ketentuan dalam penyelenggaraan keamanan penerbangan.

Ia juga menjelaskan mengenai keberadaan Security Check Point (SCP) sebagai salah satu bagian dari proses pemeriksaan keamanan bagi penumpang maupun barang sebelum memasuki area tertentu di bandar udara.

Selain Daerah Keamanan Terbatas, terdapat pula daerah steril, yakni area antara tempat pemeriksaan keamanan dengan pesawat udara yang aksesnya dikendalikan secara ketat.

Koordinasi Kunjungan Perlu Diperkuat

Cepriko menekankan pentingnya koordinasi, terutama apabila terdapat kunjungan pejabat, kegiatan penyambutan, maupun agenda bersama pemerintah daerah, TNI dan Polri di lingkungan bandar udara.

Menurutnya, informasi mengenai kunjungan perlu disampaikan terlebih dahulu kepada pihak bandar udara agar pengaturan area yang dapat dan tidak dapat dimasuki dapat dipersiapkan dengan baik.

Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah terjadinya miskomunikasi sekaligus memastikan seluruh prosedur keamanan tetap berjalan, terutama ketika kegiatan berlangsung di area steril.

Cepriko juga mengakui masih terdapat keterbatasan dari sisi sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana dalam mendukung pelayanan bandar udara. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk mengabaikan aspek keamanan dan keselamatan penerbangan.

Melalui Security Awareness, seluruh mitra dan pihak yang beraktivitas di Bandar Udara Douw Aturure Nabire diharapkan semakin memahami peran masing-masing serta ikut membangun budaya keamanan yang konsisten. Dengan kepedulian dan koordinasi lintas pihak, keamanan dan keselamatan penerbangan dapat terus dijaga demi memberikan pelayanan yang aman bagi seluruh pengguna jasa transportasi udara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....