Papua Tengah Perkuat Layanan Kesehatan Lewat KOHARUSEHAT

  • 31 Jul 2026 21:51 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat transformasi pelayanan kesehatan melalui inovasi bertajuk KOHARUSEHAT yang dipaparkan pada Leimena Conference 2026 di Sasana Widya BRIN, Jakarta, pada 27 hingga 29 Juli 2026. Program ini menjadi bagian dari implementasi visi dan misi Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley melalui program prioritas BANGKIT Papua Tengah.

Transformasi tersebut lahir sebagai respons terhadap tantangan pelayanan kesehatan di Papua Tengah yang dipengaruhi kondisi geografis, faktor keamanan, serta kondisi sosial budaya. Selain itu, keterbatasan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan dasar masih menjadi tantangan yang harus diatasi secara bertahap.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menunjukkan, dari 150 puskesmas yang ada, baru 18 puskesmas atau sekitar 12 persen yang memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan wajib secara lengkap. Sebanyak 44,7 persen puskesmas juga belum memiliki dokter umum, sementara 84,7 persen belum memiliki dokter gigi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr. Agus menjelaskan, KOHARUSEHAT dibangun melalui tiga pilar utama, yakni penguatan layanan promotif dan preventif melalui Integrasi Layanan Primer (ILP), optimalisasi Jaminan Kesehatan Daerah yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan, serta penyediaan jaring pengaman pembiayaan bagi kasus kedaruratan medis yang belum ditanggung BPJS.

Menurutnya, pemerintah provinsi juga memberikan dukungan pendanaan strategis melalui APBD agar pelayanan kesehatan di daerah tetap berjalan, terutama bagi kabupaten yang memiliki keterbatasan fiskal.

"Kami tidak ingin berlindung di balik alasan batasan kewenangan otonomi daerah. Pemprov justru hadir langsung memberikan dukungan pendanaan strategis bersumber dari APBD Provinsi sebagai penyangga (support) agar pelayanan tidak terhenti," kata dr. Agus.

Selain memperkuat sistem pelayanan, pemerintah juga melakukan pembangunan rumah dinas tenaga kesehatan, penyediaan alat kesehatan modern, pengadaan ambulans darat dan speedboat ambulans, hingga pemasangan panel surya untuk menjamin operasional fasilitas kesehatan di daerah yang belum terjangkau listrik selama 24 jam.

Melalui transformasi tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap kualitas pelayanan kesehatan semakin merata sehingga masyarakat di wilayah terpencil maupun pegunungan dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih baik dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....