Kader Posyandu Terapkan Layanan ILP untuk Cegah Stunting
- 31 Agt 2026 19:45 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) mendorong kader Posyandu di Kelurahan Bumiwonorejo, Kabupaten Nabire, memperluas pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup. Pendekatan tersebut tidak hanya menyasar bayi dan balita, tetapi juga ibu hamil, remaja, usia dewasa hingga lanjut usia.
Perubahan pola pelayanan tersebut menjadi bagian dari penerapan 25 keterampilan dasar kader Posyandu yang diperoleh melalui dukungan Proyek Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia (PASTI) Papua.
Kader Posyandu Mawar Merah Bumiwonorejo, Marsini, mengatakan keterampilan yang diperoleh membantu kader memahami pelayanan Posyandu secara lebih menyeluruh.
"Selama empat hari pelatihan, kami mendapatkan banyak pengetahuan, terutama mengenai 25 keterampilan dasar kader Posyandu. Keterampilan ini akan kami terapkan secara bertahap karena Posyandu sekarang sudah berbasis Integrasi Layanan Primer (ILP)," ujar Marsini.
Menurut Marsini, selama ini pelayanan di Posyandu Mawar Merah lebih banyak berfokus pada penimbangan bayi dan balita. Melalui pelayanan berbasis siklus hidup, kader berupaya mengenalkan kepada masyarakat bahwa Posyandu juga menyediakan pelayanan bagi kelompok usia lainnya.
Kader juga melakukan pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita melalui Kartu Menuju Sehat (KMS), memberikan edukasi kepada orang tua, serta berkoordinasi dengan puskesmas apabila menemukan anak yang mengalami atau berisiko mengalami gangguan pertumbuhan.
Kader Posyandu Mawar Jingga Bumiwonorejo, Linda Mandosir, mengatakan kader turut melakukan pemantauan langsung terhadap anak yang mengalami stunting dan melaporkan hasilnya kepada puskesmas untuk mendapatkan tindak lanjut tenaga kesehatan.
"Puji Tuhan, kasus stunting di wilayah kami sudah semakin berkurang. Kami sebagai kader terus memberikan edukasi kepada orang tua mengenai stunting. Selain itu, kami juga turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi anak-anak yang mengalami stunting. Hasil pemantauan tersebut kami laporkan kepada puskesmas, kemudian ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan," kata Linda.
Dalam menjalankan pelayanan, kader masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan tempat Posyandu, luasnya wilayah pelayanan, serta masih adanya masyarakat yang belum rutin membawa anak ke Posyandu.
Linda menyebut kader perlu melakukan pendekatan langsung kepada masyarakat untuk meningkatkan pemanfaatan layanan Posyandu. Upaya tersebut dilakukan dengan mendatangi keluarga yang sulit menjangkau lokasi pelayanan, khususnya di wilayah yang memiliki medan cukup berat.
Penguatan pelayanan Posyandu berbasis ILP diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pemantauan kesehatan sekaligus memperkuat deteksi dini masalah pertumbuhan anak sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting di Kabupaten Nabire.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....