Kompetensi Kader Posyandu Diperkuat untuk Cegah Stunting

  • 31 Agt 2026 19:44 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire – Penguatan kapasitas kader Posyandu menjadi salah satu upaya untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Nabire. Melalui penguasaan 25 keterampilan dasar, kader dibekali kemampuan untuk memberikan pelayanan kesehatan sekaligus mendeteksi masalah gizi sejak tingkat masyarakat.

Proyek Partnership to Accelerate Stunting Reduction in Indonesia (PASTI) Papua menjadi salah satu pihak yang mendukung peningkatan kapasitas kader Posyandu melalui pelatihan 25 keterampilan dasar. Pelatihan tersebut mengacu pada standar Kementerian Kesehatan dan mencakup pelayanan berbasis siklus hidup.

Pelayanan berbasis siklus hidup mencakup berbagai kelompok sasaran, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, anak usia sekolah, remaja, usia dewasa hingga lanjut usia. Penguasaan keterampilan tersebut diharapkan membuat kader mampu memberikan pelayanan sesuai kebutuhan setiap kelompok sasaran.

Senior Program Manager Proyek PASTI Papua, Julia Christine Sagala, mengatakan peningkatan keterampilan kader menjadi salah satu strategi untuk mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan status gizi masyarakat.

"Salah satu fokus Proyek PASTI Papua adalah pelatihan keterampilan dasar kader karena proyek ini bertujuan mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan status gizi di Kabupaten Nabire, Mimika, dan Asmat. Peningkatan keterampilan kader menjadi salah satu upaya pencegahan stunting yang dimulai dari tingkat Posyandu," ujar Julia.

Menurutnya, kemampuan kader melakukan penimbangan dan pengukuran bayi secara tepat membantu tenaga kesehatan memperoleh gambaran status gizi anak secara lebih akurat. Jika ditemukan kondisi yang tidak sesuai dengan usia maupun tinggi badan anak, tenaga kesehatan dapat memberikan intervensi sesuai kebutuhan.

Penguatan kapasitas kader juga dilakukan melalui pendampingan dan penilaian strata kader berdasarkan keterampilan yang telah dikuasai. Proses tersebut mengacu pada standar Kementerian Kesehatan untuk menjaga kualitas pelayanan Posyandu.

Sementara itu, Kepala Seksi Layanan Kesehatan Primer dan Rujukan Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Sugiyanti, menjelaskan terdapat empat keterampilan utama dalam pengelolaan Posyandu yang perlu dikuasai kader.

"Dari 25 keterampilan tersebut, terdapat empat keterampilan utama dalam pengelolaan Posyandu, yaitu menjelaskan paket layanan Posyandu untuk seluruh siklus hidup, melakukan pencatatan dan pelaporan, melaksanakan kunjungan rumah, serta melakukan komunikasi yang efektif," ungkap Sugiyanti.

Ia menilai keterampilan tersebut penting agar kader tidak hanya berperan saat hari buka Posyandu, tetapi juga mampu melakukan pencatatan, kunjungan rumah, komunikasi, serta tindak lanjut pelayanan kepada masyarakat.

Penguatan peran kader diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu sekaligus memperkuat deteksi dini masalah gizi sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Nabire.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....