Sidang Kelima CKC Nabire Aman, 365 Personel Siaga
- 31 Agt 2026 17:42 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID,Nabire - Pengamanan sidang kelima kasus pembunuhan remaja CKC di Pengadilan Negeri (PN) Nabire, Senin (31/8/2026), berlangsung dalam situasi yang relatif aman dan terkendali.
Persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dimulai sekitar pukul 11.30 WIT dan berakhir sekitar pukul 15.00 WIT. Sejumlah personel keamanan ditempatkan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama persidangan.
Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu mengatakan jalannya persidangan sejak agenda pertama hingga sidang kelima secara umum berlangsung tertib.
“Semua agenda persidangan dari tahap pertama hingga hari ini, agenda kelima, semua berjalan dengan cukup aman dan tertib,” ujar Samuel setelah kegiatan pengamanan.
Di tengah situasi yang kondusif, sempat terjadi pelemparan gelas atau botol air mineral di sekitar lokasi persidangan.
Samuel menyebut kejadian tersebut sebagai dinamika yang masih dapat ditangani petugas sehingga tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.
“Kalaupun ada insiden pelemparan gelas Aqua atau botol Aqua, ini merupakan dinamika yang biasanya kami hadapi,” katanya.
Menurutnya, situasi tetap dapat dikendalikan karena adanya kerja sama antara aparat keamanan, pemerintah daerah, pihak pengadilan, kejaksaan, pengurus IKT, serta masyarakat yang mengikuti jalannya aksi.
Selain persidangan, masyarakat juga menyampaikan aspirasi melalui orasi di sekitar PN Nabire.
Orasi yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIT tersebut berlangsung cukup tertib. Tidak ada gangguan besar yang menghambat jalannya proses persidangan.
Polres Nabire berharap pola penyampaian aspirasi yang tertib tersebut dapat dipertahankan sampai agenda sidang putusan kasus CKC.
Samuel juga meminta pengurus IKT untuk menyampaikan pemberitahuan secara resmi kepada kepolisian apabila akan kembali melakukan aksi pada persidangan berikutnya.
“Kami harapkan dari pengurus IKT dapat memberikan atau membuat surat kepada kami terkait pemberitahuan aksi, dan perlu kita rapatkan kembali terkait pengantisipasiannya,” ujarnya.
Polres Nabire telah menyiapkan langkah antisipasi apabila jumlah massa pada persidangan berikutnya meningkat.
Salah satunya dengan melakukan rekayasa lalu lintas di depan PN Nabire. Pada sidang kelima, kendaraan masih diarahkan melewati satu jalur di sisi kiri jalan.
Namun, skema tersebut dapat berubah berdasarkan situasi di lapangan.
“Apabila massa lebih daripada hari ini, mungkin kita akan merekayasa arus lalu lintas, khususnya di depan kantor pengadilan,” jelas Samuel.
Jika diperlukan, polisi dapat melakukan penutupan sementara ruas jalan di depan pengadilan. Jalur tersebut akan kembali dibuka setelah seluruh rangkaian persidangan selesai.
Untuk mencegah terjadinya kontak langsung antara massa dan aparat, polisi memasang kawat duri serta security barrier di sekitar area PN Nabire.
Samuel menjelaskan, langkah tersebut merupakan bentuk antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya dinamika selama aksi maupun persidangan.
“Ini sebenarnya hal yang wajar untuk mengantisipasi dinamika situasi di lapangan,” katanya.
Pengamanan tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi setelah pada persidangan sebelumnya terjadi insiden pelemparan dan benturan antara massa dengan aparat.
Pemasangan pembatas, kata Samuel, telah dibicarakan bersama aparat keamanan, pemerintah daerah, pengurus IKT dan pihak terkait lainnya.
“Ini kesepakatan bersama,” tegasnya.
Sebanyak 365 personel dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan sidang kelima.
Kekuatan tersebut disiapkan dengan mempertimbangkan potensi jumlah masyarakat yang hadir, termasuk adanya perkiraan massa yang sebelumnya disebut dapat mencapai sekitar 3.000 orang.
Samuel mengatakan jumlah personel harus mampu menyesuaikan dengan potensi massa dan perkembangan situasi di lapangan.
“Kami bisa mengimbangi jumlah massa dengan arahan, imbauan maupun sarana prasarana yang tergelar,” ujarnya.
Ia menegaskan personel yang diturunkan bukan semata-mata untuk berhadapan dengan massa, tetapi untuk memastikan proses persidangan berjalan aman dan tidak terganggu.
Menjelang sidang putusan, Polres Nabire akan kembali melakukan evaluasi dan pemetaan keamanan.
Pemberitahuan aksi, perkembangan situasi, serta informasi intelijen akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan pola pengamanan berikutnya.
Jumlah personel juga akan disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan situasi terkini.
“Kita siapkan anggota itu untuk mengamankan perjalanan sidang,” kata Samuel.
Kapolres berharap seluruh pihak memahami bahwa keamanan menjadi bagian penting agar proses hukum kasus CKC dapat berjalan sampai tahap akhir.
Menurutnya, gangguan keamanan justru dapat merugikan semua pihak yang menginginkan proses hukum berlangsung secara baik hingga menghasilkan putusan pengadilan.
Samuel turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang ikut menjaga keamanan selama sidang kelima.
Ia mengapresiasi pengurus IKT, Pemerintah Kabupaten Nabire, massa simpatisan, pihak PN Nabire, Kejaksaan Negeri Nabire, serta seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan.
“Dengan semua hal yang kita lakukan, tetap kita koordinasi, kerja sama dan kolaborasi untuk mendapatkan situasi dan keamanan yang baik dalam mem-backup persidangan ini,” pungkasnya.
Polres Nabire berharap kerja sama seluruh pihak terus dipertahankan sehingga agenda sidang putusan kasus pembunuhan remaja CKC nantinya dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....