Balai Wilayah Sungai Papua Menyalurkan Air Bersih di Kabupaten Nabire

  • 31 Agt 2026 17:56 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua, aktif menjalankan penanganan darurat kekeringan dan optimalisasi infrastruktur air di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Distribusi air bersih, BSW Papua menyalurkan ribuan liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan berjumlah ratusan Kepala Keluarga (KK) yang sumurnya mengering.

Kepada RRI Nabire, Staf BSW Papua, Theo Yoweni, di Nabire, Minggu, 31 Agustus 2026, menyebutkan bantuan distribusi air bersih di Kabupaten Nabire, yakni pada sejumlah titik di Satuan Permukiman (SP). Pada Jumat, 28 Agustus 2026, terdapat 3 titik di Distrik Nabire Barat, terdiri dari 1 titik di SP 3 Kampung Wadio dan 2 titik SP 1 Kampung Bumi Raya. Armada yang digunakan yakni, 2 unit DT (Truk) masing-masing truk mengangkut tandon yakni masing-masing tandon air tersebut berkapasitas kurang lebih 2.300 liter.

Theo menjelaskan, penyaluran bantuan air bersih BWS Papua, pada titik 1 di SP 3 Kampung Wadio, jalur poros Jl. Raja Wali, RT/RW 002/002, Kantor Balai Desa, Kapasitas air bersih yang disalurkan yakni, 4.600 liter dengan 1 unit truk mengangkut 2 tandon air. Warga SP 3 Kampung Wadio, bantuan air bersih sebelumnya belum ada, fasilitas umum yang terdampak adalah sekolah, tempat ibadah dan puskesmas. Warga yang terdampak kekurangan air bersih, kurang lebih 782 KK. Kebutuhan warga terhadap air bersih, yakni sekitar 200 liter/KK/hari, kesulitan air bersih saat kemarau telah berlangsung sekitar 1 bulan.

Titik kedua penyaluran air bersih BWS Papua, yakni di Distrik Nabire Barat, SP 2 Kampung Kali Semen jalur 5, Jalan Panca Usaha, RT/RW 09/03.

Kapasitas air yang disalurkan 1 tandor berkapasitas 2.300 liter. Saat kemarau, warga SP 2 kesulitan air bersih sejak Juni 2026, dengan kondisi semakin sulit sejak Juli 2026 hingga saat ini sumber air yang biasa digunakan yaitu sumur namun telah mengering.

Sumber air alternatif warga SP 2 Kampung Kali Semen Nabire, masyarakat biasa membeli air Rp. 200 ribu dengan ukuran kurang lebih 1.800 liter. Warga yang terdampak kesulitan air bersih yakni berkisar 48 KK (seluruh warga SP 2 jalur 5). Fasilitas umum terdampak adalah sekolah, tempat ibadah dan puskesmas. Bantuan air bersih sebelumnya belum ada. Kebutuhan air bersih warga, berkisar 200 liter/KK/hari.

Titik ketiga penyaluran air bersih oleh BWS Papua yakni warga SP 2 Kampung Kali Semen, jalur 3B, di Jalan Trisakti, RT/RW 14/05. Kapasitas air yang disalurkan, 2.300 liter (1 tandon). Warga mengalami telah kesulitan air bersih kurang lebih selama 2 bulan terakhir (Juli–Agustus 2026). Sumber air warga yang biasa digunakan adalah sumur namun telah kering. Sumber air alternatif warga yakni mengambil air dari sumur milik salah satu warga bernama Rudi, dikenakan biaya jika rumah warga berjarak kurang lebih 100 meter.

Warga SP 2 jalur 3B Kampung Kali Semen yang terdampak kelurahgan air bersih, yakni 65 KK (Seluruh warga SP 2 jalur 3B). Fasilitas umum yang terdampak yakni sekolah, tempat ibadah dan puskesmas. Bantuan air bersih sebelumnya, belum ada. Kebutuhan air bersih warga, 200 liter/KK/hari.

Theo Yoweni menjelaskan terkait kondisi umum masyarakat pada 1 hingga 3 titik lokasi terdampak mengalami keterbatasan air bersih akibat sumber air utama berupa sumur mengalami kekeringan. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat memanfaatkan sumber air alternatif dengan membeli air maupun mengambil air dari sumur warga lainnya. Kondisi tersebut juga berdampak pada kebutuhan air di fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah dan puskesmas.

Sebagai upaya penanganan, BWS Papua telah melaksanakan penyaluran air bersih pada ketiga titik lokasi yang terdampak untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat. Selanjutnya, BWS Papua akan terus melakukan koordinasi dan pemantauan kondisi di lokasi terdampak serta mendukung upaya penanganan kekeringan dan penyaluran air bersih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....