Sekolah Papua Harapan Bangun Karakter Pemimpin Papua Sejak Dini

  • 29 Agt 2026 08:03 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Sekolah Papua Harapan di Nabire memasuki tahun pertama penyelenggaraan pendidikan dengan membawa fokus pada pembentukan karakter dan kepemimpinan anak Papua. Hal tersebut diperkenalkan dalam kegiatan Open House Sekolah Papua Harapan di Nabire.

Pendiri Sekolah Papua Harapan, Dr. Wallace Wiley, mengatakan sekolah hadir untuk mempersiapkan generasi Papua yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, sikap, keterampilan, kebiasaan yang baik, serta kepedulian untuk melayani orang lain.

“Tujuan kita adalah mempersiapkan generasi Papua yang bukan hanya pintar, tetapi juga memiliki karakter, attitude, skills, dan habit yang memuliakan Tuhan, serta hati yang melayani orang lain,” ujar Dr. Wallace dalam Open House sekolah tersebut, Jumat 28 Agustus 2026.

Pada tahun pertama ini, Sekolah Papua Harapan Nabire memulai kegiatan pendidikan dengan 19 siswa. Para siswa tersebut disebut sebagai generasi pertama sekaligus pionir dalam membangun budaya sekolah.

Menurut Dr. Wallace, tahun pertama menjadi tahap strategis untuk membentuk budaya belajar yang diharapkan dapat diteruskan oleh siswa pada tahun-tahun berikutnya. Budaya tersebut mencakup kesungguhan dalam belajar, menghormati orang lain, bekerja keras, bertanggung jawab, disiplin, serta belajar melayani.

Ia mengakui pembentukan budaya sekolah menjadi tantangan karena para siswa berasal dari latar belakang yang berbeda. Meski demikian, pihak sekolah optimistis dapat membentuk siswa yang mampu menaati aturan dan mengikuti nilai-nilai yang ditanamkan.

Dalam kegiatan Open House yang diadakan di Aula Gereja Pantekosta Serikat Di Indonesia (GPSDI) Nabire pada Jumat, 28 Agustus 2026, sejumlah alumni angkatan pertama turut hadir dan membagikan perjalanan mereka setelah menyelesaikan pendidikan.

Salah satu alumni, Maria Weya, mengatakan pendidikan yang diterimanya di Sekolah Papua Harapan tidak hanya memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga membentuk karakter yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

“Satu hal yang saya ingat, waktu guru-guru di sana mengajar, mereka tidak mengajar kita hanya seperti biasa saja. Mereka selalu mengingatkan bahwa hal-hal yang diajarkan itu penting dan akan berguna dalam kehidupan sehari-hari,” kata Maria.

Maria yang sempat melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat tersebut mengaku bersyukur pernah menjadi bagian dari Sekolah Papua Harapan. Ia berharap sekolah dapat terus memberikan kesempatan bagi anak-anak Papua untuk berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, para alumni Sekolah Papua Harapan menunjukkan bahwa lulusan sekolah telah berkiprah di berbagai bidang, termasuk kesehatan, bisnis, pemerintahan, pendidikan, dan pelayanan masyarakat.

Sekolah Papua Harapan berharap budaya yang mulai dibangun pada tahun pertama dapat menjadi fondasi bagi generasi siswa berikutnya, sekaligus mendukung lahirnya generasi Papua yang memiliki karakter, keterampilan, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap sesama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....