SSH Papua Tengah Fokus Perkuat Literasi dan Karakter Siswa

  • 21 Jul 2026 09:11 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) tidak sekadar menambah waktu belajar peserta didik, tetapi menjadi upaya meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan literasi, pembentukan karakter, dan kemandirian siswa.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Papua Tengah, Silwanus Sumule, saat membacakan sambutan Gubernur Papua Tengah pada Seminar Pelaksanaan Sekolah Sepanjang Hari (SSH) yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Senin 20 Juli 2026.

Dalam sambutan tersebut, Silwanus mengatakan pelaksanaan SSH selaras dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Menurutnya, program tersebut harus dimaknai sebagai upaya memperkuat proses pembelajaran, pembentukan karakter, pengembangan minat dan bakat, serta pendampingan peserta didik secara terarah.

“SSH tidak boleh hanya dipahami sebagai penambahan waktu belajar, tetapi harus memperkuat proses pembelajaran, karakter, minat dan bakat, serta pendampingan peserta didik secara terarah,” katanya.

Ia menambahkan, sekolah pelaksana SSH diharapkan menjadi contoh penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas melalui penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, pembelajaran yang inovatif, lingkungan belajar yang aman, serta menghasilkan lulusan yang cerdas dan tangguh.

62.79%

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah meminta pemerintah kabupaten mengalokasikan minimal 30 persen Dana Otonomi Khusus bidang pendidikan mulai Tahun Anggaran 2027 sesuai ketentuan yang berlaku. Anggaran tersebut diarahkan untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan sekaligus mendukung operasional SSH di setiap sekolah.

Selain dukungan pembiayaan, pelaksanaan SSH juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah mendorong keterlibatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dalam penyediaan infrastruktur sekolah, Dinas Komunikasi dan Informatika untuk memastikan akses internet, serta dukungan PT PLN dalam penyediaan listrik di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Kepala Bidang Data dan Layanan Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Yulianus Kuayo, menjelaskan SSH dirancang tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membangun kedisiplinan dan kemandirian.

Menurutnya, selama mengikuti SSH peserta didik akan didampingi tenaga pendamping untuk membantu menuntaskan kemampuan literasi dasar sekaligus membiasakan siswa mengikuti kegiatan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Program SSH akan menyiapkan fasilitas seperti air, tempat istirahat, hingga kebutuhan untuk mencuci pakaian. Selama kegiatan berlangsung, anak-anak akan didampingi oleh tenaga pendamping SSH, sekaligus dilatih untuk mandiri. Itu merupakan roh atau tujuan utama dari program ini,” ujar Yulianus.

Ia juga mengungkapkan tenaga pendamping SSH bukan berasal dari guru sekolah. Tenaga pendamping tersebut akan diseleksi secara khusus oleh Universitas Papua (UNIPA) dan berasal dari luar sekolah.

Melalui seminar ini, Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap pelaksanaan Program Sekolah Sepanjang Hari dapat meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membentuk generasi Papua Tengah yang cerdas, disiplin, berkarakter, dan berintegritas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....