BMKG Nabire Ingatkan Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan dan Penerbangan
- 25 Agt 2026 00:33 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire — Warga Kabupaten Nabire, Papua Tengah, kembali diminta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Asap dari pembakaran berpotensi menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Pelaksana Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Nabire, Husain Kamadi, mengatakan pembakaran hutan dan lahan secara terus-menerus dapat meningkatkan jumlah partikel hasil pembakaran yang berada di lapisan udara.
“Apabila pembakaran lahan masih terus dilakukan, maka partikel-partikel dari hasil pembakaran ini akan terus berada di lapisan udara sampai dengan terjadinya hujan,” kata Husain saat diwawancarai RRI melalui sambungan telepon seluler.
Menurutnya, partikel asap yang terus menumpuk di udara akan menyebabkan kualitas udara menurun. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama memicu penyakit pernapasan seperti ISPA.
Selain kesehatan, asap akibat kebakaran hutan dan lahan juga berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan di Nabire. Penurunan jarak pandang menjadi salah satu dampak yang perlu diwaspadai.
Husain menjelaskan, jarak pandang ideal terendah untuk mendukung keselamatan penerbangan berada pada tiga kilometer. Jika jarak pandang turun di bawah angka tersebut, kondisi penerbangan dapat terganggu dan berisiko terhadap keselamatan.
“Akibat pembakaran lahan dan hutan secara terus-menerus dan menyebabkan banyaknya partikel asap di udara, maka juga akan mempengaruhi dunia penerbangan,” ujarnya.
Karena itu, masyarakat Nabire kembali diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan dinilai penting untuk menjaga kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta keselamatan dan kelancaran penerbangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....