DLH Mimika Manfaatkan SIGN-SMART Petakan Emisi Gas Rumah Kaca
- 24 Agt 2026 19:42 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika - Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Lingkungan Hidup menggelar Sosialisasi Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca, Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim serta Pengisian SIGN-SMART Tahun 2026, Senin, 24 Agustus 2026 yang di selenggarakan di Hotel Horison Diana.
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Mimika, Santi Sondang, tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat pengendalian emisi gas rumah kaca dan menghadapi dampak perubahan iklim di Kabupaten Mimika.
Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakan Santi Sondang, disampaikan bahwa perubahan iklim bukan lagi menjadi isu yang jauh, tetapi telah menjadi tantangan nyata yang berdampak terhadap lingkungan, kesehatan, ketahanan pangan, ketersediaan air, infrastruktur, perekonomian, hingga kehidupan masyarakat.

Bupati menegaskan, sumber emisi gas rumah kaca berasal dari berbagai aktivitas, di antaranya pengelolaan sampah dan air limbah, penggunaan energi dan bahan bakar, pertanian, peternakan, perubahan tutupan lahan, kebakaran hutan dan lahan, serta kegiatan industri.
Karena itu, pengendalian emisi gas rumah kaca tidak dapat dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup sendiri. Dibutuhkan koordinasi, sinkronisasi, keterbukaan data dan komitmen bersama seluruh perangkat daerah serta instansi teknis yang berkaitan dengan sumber emisi.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Mimika, Algierto Asmuruf, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi momentum pembentukan kelompok kerja atau Pokja untuk mendukung pengumpulan dan pengelolaan data inventarisasi emisi gas rumah kaca.

Menurutnya, sejumlah perangkat daerah yang berkaitan langsung dengan sumber emisi dilibatkan, di antaranya sektor kehutanan, perhubungan dan perindustrian. Data dari masing-masing sektor selanjutnya akan dihimpun melalui aplikasi SIGN-SMART.
"Data ini kita perlukan dari berbagai sumber. Setelah datanya terkumpul, kami akan melakukan kajian untuk menentukan bagaimana upaya pengendalian yang harus dilakukan," ujar Algierto.
Ia menjelaskan, data yang dikumpulkan antara lain berkaitan dengan kebakaran dan luasan hutan dari sektor kehutanan, serta jumlah dan jenis kendaraan dari sektor perhubungan yang menjadi salah satu sumber emisi karbon dioksida.
Sementara dari sektor pertanian, data penggunaan pupuk juga menjadi perhatian karena penggunaan pupuk yang berlebihan dapat berkontribusi terhadap emisi. Data tersebut nantinya akan dikaji untuk menentukan langkah atau inovasi pengendalian yang dapat diterapkan oleh masing-masing perangkat daerah.
Algierto menambahkan, DLH Mimika akan melakukan verifikasi terhadap seluruh data yang disampaikan sebelum dimasukkan ke dalam sistem SIGN-SMART. Hasil inventarisasi tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan tingkat dampak pencemaran sekaligus merumuskan langkah pengendalian yang tepat.
"Emisi ini tidak bisa kita hilangkan sepenuhnya, tetapi yang jelas kita hanya bisa mengurangi. Karena itu, dari hasil kajian akan ditentukan inovasi dan upaya pengendalian yang dapat diterapkan di Kabupaten Mimika," katanya.
Dalam sambutan Bupati Mimika juga ditekankan agar setiap perangkat daerah dan instansi teknis menunjuk penanggung jawab atau focal point data gas rumah kaca. Data yang disampaikan untuk tahun 2024, 2025 dan 2026 harus lengkap, benar, bersumber dari dokumen resmi, konsisten serta dapat dipertanggungjawabkan.
Pemerintah Kabupaten Mimika berharap hasil inventarisasi emisi gas rumah kaca tidak berhenti pada pemenuhan administrasi, tetapi dapat menjadi dasar penyusunan rencana aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang terukur, sekaligus mendukung pembangunan rendah karbon di Kabupaten Mimika.
Algierto menegaskan, kelompok kerja yang dibentuk akan terus berjalan karena pengendalian emisi gas rumah kaca merupakan isu berkelanjutan. Selama aktivitas manusia masih menghasilkan emisi dan terdapat peningkatan gas rumah kaca, upaya pengendalian dan pemutakhiran data harus tetap dilakukan.(Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....