PTFI, PSSI, dan KNVB Satukan Langkah Bangun Masa Depan Sepak Bola di Papua
- 01 Jun 2026 10:00 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Mimika – Kegiatan Closing Ceremony Coaching Clinic Sepak Bola PSSI-KNVB (Asosiasi Sepak Bola Belanda) resmi ditutup di Mimika Sport Complex (MSC), SP-5, Timika, Sabtu 30 Mei 2026. Program pengembangan sepak bola yang berlangsung selama tiga hari tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelatih dan pemain muda Papua melalui kerja sama antara PSSI, KNVB, Papua Football Academy (PFA), dan PT Freeport Indonesia.
Rangkaian kegiatan terdiri dari sesi latihan di lapangan dan seremoni penutupan yang dihadiri Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha, Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers, perwakilan KNVB Piet de Jong dan Andre Simmelink, Manajemen Papua Football Academy Wolfgang Pikal, Senior Vice President Community Development PT Freeport Indonesia Nathan Kum, Direktur Global Gorillaz Network (GGN) Rizky Aidi, legenda sepak bola Papua Titus Bonai dan Yohanes Ferinando Pahabol, juga hadir salah satu pemain sepak bola legendaris Indonesia Rully Rudolf Nere, serta para siswa PFA , jajaran pelatih SATP dan YPJ Kuala Kencana.

Dalam sambutannya, Piet de Jong mengaku terkesan dengan potensi sepak bola Papua yang ia saksikan selama tiga hari pelaksanaan coaching clinic. Ia mengatakan bahwa para pelatih muda menunjukkan antusiasme tinggi untuk belajar dan terus berkembang.
“Ini pertama kalinya saya datang ke Papua dan saya berharap ini bukan yang terakhir. Saya dan rekan-rekan melihat begitu banyak potensi, baik dari para pelatih maupun para pemain muda. Saya percaya beberapa dari kalian akan mampu meraih mimpi bermain di level internasional jika terus bekerja keras dan tidak pernah menyerah,” ujarnya.
Piet juga menilai Papua memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan sepak bola terbaik di Indonesia dengan dukungan pelatih dan pembinaan yang tepat.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha menegaskan bahwa program seperti ini merupakan kesempatan emas bagi para pemain muda Papua untuk berkembang tidak hanya sebagai pesepak bola, tetapi juga sebagai pribadi yang berkualitas.

“Kesempatan yang ada di Papua Football Academy ini sangat luar biasa. Kalian berada di bawah bimbingan pelatih-pelatih terbaik dengan fasilitas yang sangat baik. Namun pada akhirnya masa depan kalian ditentukan oleh diri kalian sendiri. Teruslah bekerja keras dan manfaatkan kesempatan ini untuk mewujudkan mimpi menjadi pemain profesional,” katanya.
Ratu Tisha juga mengapresiasi kontribusi KNVB, Papua Football Academy, dan PT Freeport Indonesia yang telah mendukung pengembangan sepak bola usia muda di Papua. Menurutnya, pembinaan sepak bola harus dibangun di atas nilai disiplin, rasa hormat, fair play, dan persatuan.
Senior Vice President Community Development PT Freeport Indonesia Nathan Kum menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama coaching clinic dapat meningkatkan kualitas latihan dan pertandingan para peserta di masa mendatang.
“Kami berharap semakin banyak anak-anak Papua Football Academy yang dapat menembus tim nasional Indonesia bahkan berkarier di level internasional. PT Freeport Indonesia akan terus mendukung pembinaan generasi muda Papua melalui berbagai program pengembangan olahraga,” ujar Nathan.
Dukungan juga datang dari legenda sepak bola Papua, Titus Bonai dan Yohanes Ferinando Pahabol. Keduanya menilai para pemain muda PFA memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pesepak bola profesional.

Titus Bonai berpesan agar para pemain terus berlatih dan menghargai peran pelatih sebagai guru dalam proses pembentukan karakter dan kemampuan bermain sepak bola.
“Kesuksesan tidak datang dari orang lain, tetapi dari diri sendiri. Tetap semangat berlatih dan dengarkan arahan pelatih jika ingin menjadi pemain yang hebat,” katanya.
Senada dengan itu, Yohanes Ferinando Pahabol menilai kualitas teknik para pemain muda Papua sudah sangat baik, mulai dari kemampuan dribbling, passing hingga crossing. Ia mengingatkan agar para pemain memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia dan tetap percaya pada proses.
“Fasilitas yang ada di sini sangat luar biasa. Tinggal bagaimana adik-adik memanfaatkannya dengan maksimal. Percaya pada proses karena proses tidak akan mengkhianati hasil,” ujarnya.
Melalui kegiatan Coaching Clinic PSSI-KNVB yang berlangsung selama tiga hari ini, para peserta mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru mengenai metode pelatihan modern yang diterapkan KNVB. Program tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sepak bola Papua sekaligus membuka jalan bagi lahirnya generasi pesepak bola muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.(Sandra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....