Karhutla Sulit Dijangkau, Gubernur Papua Tengah Buka Opsi Sewa Helikopter

  • 24 Agt 2026 19:41 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyiapkan langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk opsi menyewa helikopter untuk menjangkau titik api di kawasan gunung yang sulit diakses melalui jalur darat.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, mengatakan opsi tersebut akan dikoordinasikan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Tengah, terutama apabila potensi kebakaran di wilayah yang sulit dijangkau semakin besar.

“Minimal kita harus menyewa helikopter yang bisa memadamkan atau menyiram api di gunung-gunung yang tidak bisa kita jangkau. Itu sudah bisa kita koordinasikan dengan BNPB pusat,” ujar Meki Nawipa dalam rapat koordinasi lintas sektor penanganan dampak El-Nino di Papua Tengah, Minggu 23 Agustus 2026.

Tim Terpadu Kabupaten Segera Dibentuk

Meki Nawipa meminta setiap pemerintah kabupaten di Papua Tengah segera membentuk tim terpadu yang melibatkan sejumlah perangkat daerah untuk memetakan kondisi dan lokasi terdampak.

Menurutnya, pemetaan tersebut diperlukan agar pemerintah dapat menentukan prioritas penanganan berdasarkan tingkat urgensi masing-masing wilayah.

“Hari Rabu kita berharap setiap kabupaten sudah membuat tim terpadu yang melibatkan beberapa perangkat daerah, seperti yang sudah dilakukan oleh Kabupaten Puncak, untuk memetakan klaster-klaster kejadian,” katanya.

Setelah pemetaan dilakukan, pemerintah akan menentukan langkah berdasarkan skala prioritas, termasuk penanganan kesehatan, bantuan sosial, kekeringan dan kebutuhan masyarakat lainnya.

Kekeringan Jadi Perhatian

Selain karhutla, Gubernur Meki Nawipa juga menyoroti dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Papua Tengah. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan air bersih dan pangan bagi masyarakat.

Ia meminta pemerintah provinsi dan kabupaten mulai menyusun sistem distribusi air untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan kebutuhan air bersih.

“Saya sudah mendengar masyarakat mulai mengeluhkan masalah air ini. Saya pikir langkah-langkah kita harus dilakukan secara terpadu,” ujarnya.

Meki mengatakan pemerintah juga akan mengidentifikasi sumber air yang masih tersedia untuk kemudian dioptimalkan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Pemprov Minta Kabupaten Bergerak Lebih Dulu

Meki menegaskan penanganan dampak El-Nino dan karhutla membutuhkan koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten.

Ia meminta pemerintah kabupaten menyusun pemetaan dan rencana penanganan terlebih dahulu. Hasil tersebut kemudian diserahkan kepada pemerintah provinsi untuk dibahas bersama, termasuk pembagian tugas dan penentuan lokasi penanganan.

“Setelah itu kita diskusikan bersama siapa melakukan apa dan di mana,” katanya.

Menurut Meki, langkah tersebut diperlukan agar penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri dan seluruh sumber daya pemerintah dapat diarahkan ke wilayah yang paling membutuhkan.

Ia juga meminta seluruh unsur pemerintah, Forkopimda dan masyarakat bersatu menghadapi dampak El-Nino, kekeringan dan karhutla di Papua Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....