Perkuat Layanan Anak, Papua Tengah Susun RAD PAUD HI
- 26 Agt 2026 15:40 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mulai menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) sebagai langkah memperkuat pemenuhan kebutuhan anak usia dini melalui layanan lintas sektor.
Penyusunan RAD tersebut dibahas dalam Sosialisasi dan Penyusunan RAD PAUD HI Provinsi Papua Tengah yang berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Rabu 26 Agustus 2026.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Papua Tengah, Victor Fun, yang membacakan sambutan Gubernur Papua Tengah, mengatakan pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

“Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi paling mendasar dalam pembangunan sumber daya manusia. Usia dini adalah periode emas. Apa yang kita tanamkan pada masa ini akan sangat menentukan tumbuh kembang anak dan kualitas generasi Papua Tengah di masa depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengembangan anak usia dini tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja. Layanan PAUD HI membutuhkan komitmen lintas sektor untuk memenuhi kebutuhan esensial anak, mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan hingga kesejahteraan anak.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting karena Papua Tengah masih menghadapi berbagai tantangan dalam memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak, termasuk keterbatasan akses di sejumlah wilayah.
Sementara itu, Ketua Panitia Sosialisasi dan Penyusunan RAD PAUD HI Provinsi Papua Tengah, Agustina Samori, mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk menyamakan persepsi para pemangku kepentingan dalam memperkuat pelayanan PAUD HI.

“Maksud kegiatan ini adalah menyamakan persepsi lintas sektor untuk memperkuat pelayanan PAUD HI. Melalui sosialisasi PAUD HI ini, para pemangku kepentingan mampu menyusun Rencana Aksi Daerah PAUD HI Provinsi Papua Tengah secara partisipatif, konkrit dan selaras guna mendukung layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak,” ungkap Agustina.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari delapan bupati se-Provinsi Papua Tengah, kepala Bappeda dari delapan kabupaten, delapan OPD terkait di tingkat provinsi, serta pengurus Pokja Bunda PAUD Papua Tengah.
Sosialisasi turut menghadirkan narasumber dari Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, serta UNICEF.
Penyusunan RAD PAUD HI diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi menjadi dasar penguatan layanan anak usia dini yang terintegrasi hingga ke kabupaten dan daerah, sesuai kebutuhan anak dan kondisi wilayah Papua Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....