Bupati Nabire Imbau Warga Batasi Aktivitas Luar Saat Kabut Asap

  • 22 Agt 2026 05:39 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Bupati Nabire, Mesak Magai, mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah menyusul kondisi kabut asap dan kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Nabire.

Imbauan tersebut disampaikan Mesak Magai setelah mengamati kondisi kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Samabusa, kawasan perkotaan, Siriwini, Wanggar, Yaro, hingga sepanjang jalur Trans Nabire-Topo Barat dan wilayah Topo.

Mesak mengatakan kondisi tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat maupun pemerintahan dapat terganggu. Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap polusi udara yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan.

“Maka itu pesan saya kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Nabire, perlu waspada, terutama terhadap polusi udara yang tidak sehat sehingga akan berdampak pada kesehatan kita semua,” ujar Mesak pada Jumat 21 Agustus 2026.

Bupati juga meminta masyarakat untuk sementara mengurangi aktivitas di luar rumah sebagai langkah menjaga kesehatan selama kondisi udara belum membaik.

“Oleh sebab itu, pesan saya kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Nabire: jaga diri, jaga kesehatan. Sementara waktu, aktivitas di luar dihentikan dan semua harus berada di rumah masing-masing,” katanya.

Bupati Soroti Kebakaran yang Terjadi Serentak

Selain menyampaikan imbauan kesehatan, Mesak Magai menyoroti kebakaran yang menurut pengamatannya terjadi secara bersamaan di sejumlah wilayah Nabire.

Mesak juga mengatakan kondisi kebakaran dan kabut asap telah mengganggu aktivitas masyarakat. Ia meminta seluruh pihak turut menjaga kondisi lingkungan serta menghindari aktivitas yang dapat memperluas kebakaran.

Bupati Nabire juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait kebijakan pemerintah. Menurutnya, evaluasi diperlukan agar kebijakan pemerintah dapat semakin menyentuh kebutuhan dan pelayanan kepada masyarakat.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama instansi terkait telah melakukan koordinasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan di tengah kondisi cuaca kering dan meningkatnya titik panas.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kondisi udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila asap semakin pekat, serta mengikuti informasi dan imbauan dari pemerintah maupun instansi terkait.

Berdasarkan data BMKG, pada 20 Agustus 2026 tercatat 224 titik hotspot di wilayah Provinsi Papua Tengah. Sebanyak 22 titik berada dalam kategori rendah, 196 titik kategori sedang dan enam titik kategori tinggi.

Sementara itu, dalam periode 10 hingga 19 Agustus 2026, BMKG mencatat 113 titik hotspot di Kabupaten Nabire. Rinciannya satu titik kategori rendah, 109 titik kategori sedang dan tiga titik kategori tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....