Kemarau Lebih Dua Bulan, Petani Banyuwangi Distrik Nabire Barat Minta Sumur Bor

  • 21 Agt 2026 00:38 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire — Kemarau panjang yang berlangsung lebih dari dua bulan mulai berdampak terhadap kehidupan warga dan aktivitas pertanian di Kampung Banyuwangi, SP 1, Bumi Raya Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Kondisi tersebut menyebabkan aliran sungai di wilayah itu mengering.

Warga, khususnya petani, kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari maupun mengairi lahan pertanian.

Salah seorang warga Kampung Banyuwangi, Agus, mengatakan hingga Kamis 20 Agustus 2026, hujan belum juga turun selama lebih dari dua bulan. “Kemarau panjang sudah lebih dari dua bulan, belum ada titik hujan. Tidak ada air sungai, tidak mengalir,” kata Agus.

Menurut Agus, kekeringan mulai berdampak terhadap tanaman pertanian. Sejumlah tanaman sayuran mulai mengalami kekeringan dan mati karena tidak mendapatkan pasokan air yang cukup.

Kondisi itu juga dikhawatirkan memengaruhi produksi cabai dan tomat. Jika kemarau terus berlangsung, warga khawatir kedua komoditas tersebut mengalami kelangkaan dan harga di pasaran meningkat.

“Sayur-sayuran sudah mulai terlihat dampaknya. Kalau yang lainnya seperti rica dan tomat, sepertinya sebentar lagi semua mahal-mahal,” ujarnya.

Petani Kesulitan Menanam

Agus menjelaskan, keterbatasan air membuat petani saat ini hanya mampu membuka lahan. Aktivitas penanaman sulit dilakukan karena tidak tersedia sumber air yang cukup untuk menyiram tanaman.

Sebagian warga telah berupaya membuat sumur kecil secara manual. Namun, air yang diperoleh hanya cukup untuk menyiram tanaman dalam jumlah terbatas dan belum mampu memenuhi kebutuhan pertanian secara keseluruhan.

Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, warga bahkan terpaksa membeli air.

Karena itu, Agus berharap pemerintah segera turun tangan menyediakan sumur bor di kawasan pertanian Kampung Banyuwangi.

“Kalau bisa pemerintah cepat memberikan bantuan di sini. Kalau memang bisa, sumur bor itu solusi terbaik, namun kalau tidak bisa, air di irigasi itu di alirkan saja sudah memenuhi kebutuhan disini,” pintanya.

Agus mengungkapkan, warga sebelumnya pernah membuat sumur bor secara swadaya di sekitar kebun buah naga. Sumur tersebut dibuat dengan biaya sekitar Rp5 juta dan memiliki kedalaman sekitar lima meter.

Minta Sumur Bor di Sejumlah Titik

Menurut Agus, pembangunan sumur bor sebaiknya tidak hanya dilakukan di satu atau dua lokasi. Pemerintah perlu mempertimbangkan jarak antar-lahan agar petani tidak terbebani biaya pemasangan selang yang terlalu panjang.

Ia mengusulkan pembangunan sumur bor dilakukan dengan jarak sekitar 100 meter di kawasan pertanian.

“Kebutuhan sumur bor jangan cuma satu atau dua. Setiap lahan membutuhkan selang yang panjang. Kalau bisa, setiap 100 meter ada satu sumur bor,” katanya.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret mengatasi kesulitan air tersebut sehingga kebutuhan dasar masyarakat dan keberlangsungan aktivitas pertanian dapat tetap terjaga.

Jika kemarau berkepanjangan tidak segera ditangani, warga khawatir produksi sayuran, cabai, dan tomat semakin menurun. Kondisi itu berpotensi berdampak terhadap ketersediaan serta harga komoditas pangan di wilayah Nabire.

Bupati Ingatkan Warga Tak Bakar Lahan

Di tengah kondisi kemarau, Bupati Nabire Mesak Magai juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran kebun dan lahan.

Menurutnya, kondisi lahan yang kering membuat api dapat dengan cepat merambat dan memicu kebakaran yang lebih luas.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau serta segera mengambil tindakan apabila menemukan titik api di sekitar lingkungan mereka.

Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengancam permukiman dan lahan pertanian, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan manusia dan hewan serta merusak tumbuh-tumbuhan dan lingkungan.

Bupati berharap masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan menghindari berbagai aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....