Kemarau Berdampak pada Operasional SPPG di Kabupaten Nabire
- 29 Sep 2026 12:27 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Musim kemarau Tahun 2026 di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah masih berlangsung beberapa bulan belakangan ini. Kemarau disertai fenomena Elnino berdampak pada sektor pertanian sehingga menyebabkan produksi menurun, beberapa di antaranya yakni hasil panen sayur dan buah. Produksi yang menurun menyebabkan peningkatan harga sejumlah komoditas pangan tersebut.
Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) Nabire, Marsel Asyerem mengatakan, berkurangnya produksi komoditas pangan di Kabupaten Nabire menyebabkan SPPG mendatangkan sejumlah komoditas pangan dari daerah lain di luar Papua.
"Sudah dua bulan kami belanja sayur dan buah dari Surabaya, terutama buah karena di Nabire belum memenuhi permintaan SPPG," ujar Marsel saat dihubungi, Senin pagi, 28 September 2026. Marsel menambahkan, selain jumlah produksi yang menurun di Nabire, pembelian sayur menggunakan satuan kiloan, bukan satuan ikatan seperti di Nabire.
"SPPG masih membeli komoditas pangan lokal di Nabire, sehingga menu MBG bisa bervariasi, seperti ubi dan lainnya serta ikan air tawar misalnya ikan lele," ucap Marsel. Ia menjelaskan, komoditas pangan lokal menjadi prioritas, sehingga MBG dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di daerah di mana SPPG itu berada.
Marsel mengatakan, menu MBG bisa disesuaikan dengan keinginan siswa di sekolah, namun disesuaikan dengan nilai gizi dan budget. "Sejumlah siswa di beberapa sekolah menginginkan ayam geprek, ya kami penuhi disesuaikan dengan nilai gizi dan budget, bahkan ada beberapa menu MBG juga terdapat daging sapi," kata dia. Pihak sekolah dapat menyampaikan ke pihak SPPG secara langsung jika siswa menolak menu yang disajikan, sehingga menu MBG tidak mubazir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....