Suryati Mangallo Bawa SMA 2 Nabire Menatap Masa Depan

  • 17 Agt 2026 20:54 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Usia ke-22 menjadi titik penting bagi SMA Negeri 2 Nabire untuk menatap masa depan dengan semangat baru. Dalam perayaan HUT ke-22 yang berlangsung Sabtu (15/8/2026), Kepala SMA Negeri 2 Nabire, Suryati Mangallo, S.Pd., M.Pd., mengajak seluruh keluarga besar sekolah menjadikan perjalanan panjang almamater sebagai sumber inspirasi untuk terus berkembang.

Perayaan HUT yang berlangsung di SMA Negeri 2 Nabire, Jalan Padat Karya, Sanoba, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mengusung tema “Kilas Balik, Bersyukur, dan Melangkah ke Masa Depan.”

Tema tersebut menggambarkan pesan utama yang disampaikan Suryati. Menurutnya, perjalanan sekolah selama 22 tahun harus menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan untuk membangun pendidikan yang lebih baik.

Di hadapan para guru, siswa, alumni, komite sekolah, pemerintah daerah dan tamu undangan, Suryati mengajak seluruh peserta mengenang awal perjalanan sekolah yang berdiri pada 15 Agustus 2004.

Kala itu, sekolah masih menggunakan nama SMA Negeri 3 Nabire. Kondisinya jauh berbeda dibandingkan saat ini.

Sekolah hanya memiliki tiga ruang kelas dengan jumlah 65 siswa serta delapan orang guru. Bahkan, akses menuju sekolah menjadi tantangan tersendiri karena kondisi jalan yang belum memadai.

Ketika hujan turun, akses tersebut berubah menjadi jalan berlumpur. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan guru dan siswa untuk tetap menjalankan aktivitas pendidikan.

Bagi Suryati, kisah tersebut merupakan bagian penting dari identitas sekolah.

Keterbatasan fasilitas justru melahirkan semangat perjuangan yang kemudian menjadi fondasi bagi perkembangan sekolah hingga saat ini.

Suryati menjelaskan, perkembangan SMA Negeri 3 Nabire tidak terjadi secara instan.

Perubahan dibangun melalui kerja bersama antara sekolah, orang tua, komite, pemerintah daerah dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan.

Perlahan, akses jalan diperbaiki. Ruang kelas baru mulai dibangun. Laboratorium dan fasilitas pendukung pembelajaran juga berkembang.

Lingkungan sekolah yang sebelumnya menghadapi berbagai keterbatasan kemudian ditata menjadi tempat belajar yang lebih nyaman dan kondusif.

Perjalanan itu, kata Suryati, menjadi bukti bahwa kemajuan pendidikan membutuhkan kolaborasi.

Tidak ada satu pihak yang dapat bekerja sendiri. Setiap unsur memiliki kontribusi dalam menentukan arah perkembangan sebuah sekolah.

Dalam perjalanan 22 tahun, SMA Negeri 2 Nabire juga melewati beberapa fase kepemimpinan.

Kepala sekolah pertama, Drs. Datner Marpaung, memimpin sejak 2004 hingga 2017. Selanjutnya kepemimpinan dilanjutkan oleh Aser Bawotong, S.Pd., M.Pd. pada 2017–2018. Kemudian, Titis Sulistiowati, S.Pd., M.Si., memimpin sekolah selama periode 2018–2026.

Kini, kepemimpinan berada di bawah Suryati Mangallo yang menghadapi tantangan baru setelah perubahan nomenklatur sekolah.

Menurutnya, setiap pemimpin memiliki peran dalam meletakkan fondasi dan membawa sekolah melewati berbagai tahapan perkembangan.

Karena itu, capaian yang ada saat ini tidak dapat dilepaskan dari kerja keras para kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua dan alumni dari masa ke masa.

Salah satu momentum penting dalam perjalanan sekolah terjadi pada 2026.

Berdasarkan SK Bupati Nabire Nomor 100.3.3.2-81 tanggal 29 Januari 2026, SMA Negeri 3 Nabire resmi berganti nama menjadi SMA Negeri 2 Nabire.

Bagi Suryati, perubahan tersebut menandai fase baru dalam perjalanan kelembagaan sekolah.

Namun, pergantian nama tidak berarti menghapus sejarah yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade.

Semangat para perintis, perjuangan guru, kerja keras siswa, dukungan orang tua dan kontribusi alumni tetap menjadi bagian dari perjalanan SMA Negeri 2 Nabire.

“Nama boleh berubah, tetapi semangat perjuangan dan nilai kebersamaan yang ditanamkan sejak awal tetap menjadi bagian dari sejarah sekolah,” pesan Suryati.

Suryati memberikan perhatian khusus kepada para peserta didik.

Ia meminta siswa tidak hanya menikmati fasilitas dan prestasi yang telah dibangun generasi sebelumnya, tetapi memiliki keberanian untuk menciptakan pencapaian baru.

Menurutnya, siswa SMA Negeri 2 Nabire merupakan penerus perjalanan sekolah. Karena itu, mereka harus memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan sebaik-baiknya melalui belajar secara sungguh-sungguh, meningkatkan prestasi, menjaga kedisiplinan dan menghormati guru serta orang tua.

Namun, Suryati mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kecerdasan akademik. Karakter dan akhlak juga harus menjadi bagian utama dalam proses pendidikan.

Sekolah, katanya, harus mampu menghasilkan generasi yang memiliki ilmu pengetahuan sekaligus mampu menjadi pribadi yang beriman, berkarakter dan bermanfaat bagi masyarakat.

Suryati juga menyampaikan pesan kepada empat unsur penting dalam perjalanan pendidikan. Guru diminta terus memperkuat dedikasi. Siswa harus meningkatkan prestasi. Orang tua diharapkan memberikan dukungan. Sementara alumni didorong untuk terus berkontribusi terhadap almamater.

Kolaborasi keempat unsur tersebut dinilai menjadi kekuatan penting bagi SMA Negeri 2 Nabire dalam menghadapi tantangan pendidikan ke depan.

Ia optimistis sekolah dapat berkembang lebih jauh apabila seluruh pihak memiliki komitmen yang sama.

“Dari masa lalu kita belajar, dari hari ini kita berjuang, untuk masa depan kita melangkah,” ungkapnya.

Perayaan HUT ke-22 akhirnya bukan sekadar perayaan ulang tahun sekolah.

Bagi Suryati, momentum tersebut merupakan titik awal untuk memperkuat identitas baru SMA Negeri 2 Nabire.

Dua puluh dua tahun perjalanan telah memberikan banyak pelajaran. Kini, sekolah memiliki tanggung jawab untuk meneruskan fondasi yang telah dibangun sekaligus menciptakan inovasi baru.

Ia berharap SMA Negeri 2 Nabire semakin maju, berprestasi dan mendapatkan kepercayaan masyarakat.Untuk mencapai target tersebut, seluruh keluarga besar sekolah harus menjaga semangat kebersamaan dan tidak berhenti melakukan pembenahan.

Dalam kesempatan tersebut, Suryati juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung pelaksanaan HUT ke-22.

Dukungan diberikan oleh Telkomsel, PT Hasrat Abadi Motor, Toko Sinar Papua, AquaVit, CV Sinar Pagi, Hadi Supermarket, serta alumni angkatan 3, 7, 8 dan 12.

Menurutnya, keterlibatan para sponsor dan alumni menunjukkan bahwa SMA Negeri 2 Nabire memiliki hubungan yang kuat dengan masyarakat dan para lulusan.

Dukungan tersebut diharapkan terus berlanjut untuk membantu sekolah mengembangkan berbagai program pendidikan dan kegiatan positif bagi siswa.

Memasuki usia ke-22, Suryati mengajak seluruh keluarga besar SMA Negeri 2 Nabire tidak larut dalam nostalgia. Sejarah harus dijadikan kekuatan untuk bergerak lebih cepat dan lebih baik.

Dari sekolah yang dahulu hanya memiliki tiga ruang kelas, SMA Negeri 2 Nabire kini memasuki babak baru dengan tantangan dan peluang yang semakin besar.

Dengan semangat kebersamaan, kualitas pendidikan diharapkan terus meningkat sehingga mampu melahirkan generasi Nabire yang berilmu, berakhlak, berkarakter dan memiliki daya saing.

Perayaan HUT ke-22 pun ditutup dengan semangat untuk terus menjaga nama baik almamater dan menulis sejarah baru.

“Maju sekolahku, jaya almamaterku!” menjadi pesan yang mengiringi langkah SMA Negeri 2 Nabire memasuki perjalanan berikutnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....