Taptu dan Pawai Obor Jadi Ruang Generasi Muda Papua Tengah Tumbuhkan Keberanian

  • 17 Agt 2026 02:46 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Taptu dan pawai obor dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ruang bagi generasi muda di Papua Tengah untuk menumbuhkan keberanian, kekompakan, dan semangat berkontribusi bagi daerah.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi Papua Tengah pada 16 Agustus 2026 tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Brimob, Polri, Dinas Perhubungan, Lapas, mahasiswa, siswa, Pramuka, hingga marching band SMA Negeri 1 Nabire.

Taptu dan pawai obor diawali dengan upacara di Kantor Gubernur Papua Tengah. Peserta kemudian bergerak melalui Jalan Pepera dan Jalan Pemuda sebelum kembali ke Kantor Gubernur Papua Tengah.

Keterlibatan pelajar dan anggota Pramuka dalam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk membangun kepercayaan diri dan belajar bekerja sama.

Pembina Pramuka Saka Bhayangkara Polres Nabire, Yoga Choirul Fahmi, berharap momentum kemerdekaan dapat mendorong semakin berkembangnya kegiatan kepramukaan di Papua Tengah.

“Untuk kemerdekaan yang ke-81 Negara Kesatuan Republik Indonesia, saya berharap khususnya dari Pramuka Saka Bhayangkara, semoga kegiatan-kegiatan yang mengatasnamakan kegiatan kepramukaan bisa digalakkan oleh pimpinan-pimpinan tertinggi seperti gubernur dan semoga kegiatan Pramuka di Nabire dan khususnya di Papua Tengah bisa semakin maju dan bersatu,” ujar Yoga.

Sementara itu, keterlibatan marching band SMA Negeri 1 Nabire memberikan pengalaman tersendiri bagi para pelajar. Mayoret utama SMA Negeri 1 Nabire, Andhika Pratama Yakob Napan, mengatakan pihaknya tetap bangga dapat tampil meskipun hanya memiliki waktu latihan yang singkat.

“Walaupun latihannya cuma 2–3 kali, kami sangat senang karena ini merupakan suatu kebanggaan bagi SMA Negeri 1 Nabire,” kata Andhika.

Pengalaman mengikuti marching band juga dinilai dapat membentuk keberanian pelajar untuk tampil di depan umum. Hal tersebut dirasakan oleh Pande Gede Yoga Satria Wibawa, yang mengaku menjadi lebih percaya diri setelah bergabung dalam kegiatan marching band.

“Kata saya sih cukup banyak, terutama memang dulu saya anaknya itu kurang percaya diri. Tapi semenjak saya masuk drum band ini, saya sudah mulai pede dengan bagaimana saya berada di depan dan bagaimana melatih kepribadian saya,” ungkap Pande.

Menurutnya, pengalaman tersebut membuat dirinya banyak belajar dan semakin percaya diri untuk tampil di hadapan orang lain.

Semangat tersebut menjadi bagian dari makna kemerdekaan bagi generasi muda, yakni keberanian untuk berkembang, bekerja sama, dan mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan seperti Taptu dan pawai obor, nilai-nilai kebersamaan dan kepemimpinan diharapkan tidak berhenti pada perayaan HUT Kemerdekaan, tetapi dapat terus diterapkan generasi muda dalam kehidupan sehari-hari dan pembangunan Papua Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....