Pemuda Lintas Agama Didorong Jadi Garda Cegah Konflik Sosial
- 10 Agt 2026 13:22 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire - Pemuda lintas agama di Provinsi Papua Tengah didorong mengambil peran aktif dalam mendeteksi dini potensi konflik sosial dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Generasi muda dinilai memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak pembangunan sekaligus pelopor perdamaian di daerah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Ekososbud Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Papua Tengah, Simon Tangalayuk, ST., dalam Temu Pemuda Lintas Agama FKUB Provinsi Papua Tengah Tahun 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema "Pemuda Lintas Agama Bersatu Membangun Papua Tengah yang Cerdas, Sehat, Produktif, Aman, Damai, Harmonis, dan Berkelanjutan."
Simon mengatakan keberagaman merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama. Karena itu, pemuda lintas agama perlu terus membangun sikap saling menghormati, menghargai, serta memperkuat sinergi dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, generasi muda juga diharapkan mampu berkolaborasi dengan pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat untuk mendeteksi secara dini potensi gangguan keamanan maupun konflik sosial.
"Generasi muda memiliki peran penting sebagai motor penggerak pembangunan dan perdamaian. Pemuda juga diharapkan mampu berkolaborasi secara aktif dengan pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendeteksi secara dini potensi gangguan keamanan maupun konflik sosial, sehingga stabilitas daerah tetap terjaga," ujar Simon.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendukung program strategis Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai mitra pemerintah dalam membangun dialog dan memperkuat toleransi di masyarakat.

Simon juga mendorong agar ruang komunikasi lintas iman terus diperkuat. Menurutnya, generasi muda perlu dibentengi dari paham radikalisme, intoleransi, maupun berbagai bentuk provokasi yang berpotensi memecah persatuan.
Sementara itu, Sekretaris Umum FKUB Provinsi Papua Tengah sekaligus Ketua Panitia Temu Pemuda Lintas Agama FKUB Provinsi Papua Tengah Tahun 2026, Muhammad Syarif, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang dialog, silaturahmi, dan penguatan kolaborasi antargenerasi muda dari berbagai latar belakang agama.
Muhammad Syarif menjelaskan, kegiatan tersebut memiliki sejumlah tujuan, di antaranya mempererat persaudaraan dan kebersamaan pemuda lintas agama, meningkatkan semangat moderasi beragama dan wawasan kebangsaan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan generasi muda dalam menjaga persatuan dan keamanan daerah.
Ia juga berharap pemuda Papua Tengah dapat mengambil peran lebih besar dalam menjaga perdamaian dan kerukunan di tengah masyarakat.
"Besar harapan kami, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat persaudaraan lintas agama, mempererat kolaborasi seluruh elemen masyarakat, serta melahirkan generasi muda Papua Tengah yang mampu menjadi pelopor perdamaian, toleransi, dan persatuan demi terwujudnya Papua Tengah yang aman, damai, harmonis, dan berkelanjutan," kata Muhammad Syarif.
Upaya memperkuat komunikasi lintas agama dinilai penting untuk membangun kohesi sosial di Papua Tengah. Dengan keterlibatan aktif generasi muda, nilai toleransi dan persatuan diharapkan tidak hanya menjadi pesan dalam forum, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....