Langkah Ceria Anak Mimika Warnai Peringatan HAN Ke-42

  • 24 Jul 2026 10:15 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika - Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pendidikan menggelar kegiatan jalan santai bagi anak-anak taman kanak-kanak di Halaman Graha Eme Neme Yauware, Kamis 23 juli 2026. Kegiatan tersebut dilepas langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Antonius Welerubun.

Suasana berlangsung meriah sejak pagi. Anak-anak bersama para guru dan orang tua memadati lokasi kegiatan dengan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Cuaca yang cerah turut menambah semarak peringatan Hari Anak Nasional yang dipenuhi keceriaan dan semangat kebersamaan.

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Aloysia Ema Keparo, menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan hanya menjadi tanggung jawab satu bidang, melainkan seluruh elemen pendidikan di Indonesia.

"Hari Anak Nasional harus diperingati oleh seluruh anak Indonesia, mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA dan SMK. Momentum ini mengingatkan kita semua akan pentingnya perlindungan terhadap anak sejak usia dini," ujar Aloysia.

Ia mengatakan, pembinaan terhadap anak harus dimulai dari lingkungan keluarga hingga memasuki dunia pendidikan. Menurutnya, orang tua memiliki peran penting dalam memastikan anak mendapatkan perlindungan, kasih sayang, serta kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

"Orang tua harus memahami pentingnya memberikan perhatian kepada anak agar tidak terjadi penelantaran. Anak-anak juga harus diberikan kesempatan untuk bersekolah sesuai usianya karena mereka adalah generasi penerus yang harus dibina sejak dini," katanya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Mimika, Antoneta Manuhutu, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional tahun ini melibatkan peserta dari wilayah perkotaan, pesisir hingga pedalaman. Dari total 122 taman kanak-kanak yang ada di Kabupaten Mimika, sebagian besar sekolah dari wilayah kota turut berpartisipasi, sementara sekolah dari daerah pedalaman diwakili oleh kepala sekolah.

"Kami sangat mengapresiasi perhatian pemerintah yang terus mendorong pemerataan pendidikan, bukan hanya di kota tetapi juga di kampung, pesisir dan pedalaman. Pendidikan harus bisa dirasakan oleh seluruh anak di Kabupaten Mimika," ujar Antoneta.

Antoneta menyebutkan saat ini terdapat sekitar 400 hingga 500 guru PAUD dan TK di Kabupaten Mimika. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika yang terus memperhatikan kesejahteraan guru, baik guru kontrak maupun PPPK. Selain itu, IGTKI berencana memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua melalui berbagai program pada tahun ajaran 2026–2027.

Terkait kebijakan wajib belajar 13 tahun, Antoneta berharap pemerintah dapat memperluas pembangunan taman kanak-kanak di wilayah pedalaman agar seluruh anak memperoleh akses pendidikan usia dini. Ia juga menjelaskan bahwa sesuai petunjuk teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, anak yang akan masuk SD harus telah berusia enam tahun per 1 Juli dan ketentuan tersebut telah diterapkan di Kabupaten Mimika.

Salah seorang orang tua murid dari TK Kordofa, Ernie, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Meski demikian, ia berharap pelaksanaan kegiatan berikutnya dapat dimulai tepat waktu agar anak-anak tidak kelelahan menunggu.

"Acara ini bagus, hanya tadi sedikit terlambat sehingga anak-anak sudah mulai lelah. Tetapi secara keseluruhan kegiatannya sangat baik dan anak-anak terlihat senang mengikuti perayaan Hari Anak Nasional," ungkapnya.(Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....