Raih Penghargaan, DP3AP2KB Mimika Perkuat Komitmen Atasi Stunting

  • 30 Agt 2026 01:55 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Mimika - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Mimika, Yohana Anatje Belandina Arwam, sabtu 29 agustus 2026, mengatakan penghargaan yang telah diraih menjadi motivasi bagi pihaknya untuk terus memperkuat upaya penanganan stunting di Kabupaten Mimika.

Yohana menyampaikan, upaya menekan angka stunting membutuhkan keterlibatan berbagai sektor, sehingga koordinasi dan kolaborasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) perlu terus ditingkatkan.

"Iya, ini kami sedang berdiskusi lintas sektor, termasuk dengan kegiatan Dinas Sosial. Kami berdiskusi dengan narasumber dari kementerian terkait bagaimana penanganan stunting di lapangan," ujarnya.

Menurutnya, target untuk mencapai angka stunting hingga nol persen memang tidak mudah. Namun, pemerintah tetap berupaya menekan angka tersebut melalui berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

"Kalau zero mungkin susah, tapi paling tidak kita berupaya menekan angka stunting itu. Salah satunya bukan hanya pemberian makanan tambahan atau makanan bergizi, tetapi bagaimana juga memperbaiki pola kehidupan masyarakat," katanya.

Yohana menilai persoalan ekonomi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam penanganan stunting. Karena itu, masyarakat perlu didorong agar memiliki aktivitas ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Kalau alasannya karena masalah ekonomi, sekarang kalau mereka punya pekerjaan tetap, berarti kita yang harus upayakan bagaimana supaya mereka ini bisa diberdayakan. Mungkin dengan pemanfaatan pekarangan," jelasnya.

Ia mengatakan, pemerintah melalui berbagai OPD sebenarnya telah memberikan banyak dukungan kepada masyarakat, termasuk melalui Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial. Namun, keberhasilan program juga membutuhkan kemauan masyarakat untuk bangkit dan mandiri.

"Kalau tiap tahun kita suap saja tanpa ada upaya untuk bangkit sendiri, nanti kondisinya begini-begini terus. Oleh karena itu, pemahaman ini yang harus terus kita bangun kepada masyarakat," tegasnya.

Untuk memastikan program berjalan efektif, DP3AP2KB mendorong adanya sinergi antara petugas lapangan dari Dinas Sosial, pemberdayaan perempuan, serta OPD lainnya. Pendampingan secara langsung dinilai penting agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mengembangkan potensi yang dimiliki.

Yohana menambahkan, peran petugas lapangan seperti penyuluh keluarga berencana juga sangat penting karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat dan dapat membantu memberikan edukasi terkait keluarga, stunting, serta pemberdayaan masyarakat.

Dengan penguatan kolaborasi lintas sektor dan pendampingan yang lebih intensif, DP3AP2KB Mimika berharap masyarakat semakin mandiri sehingga upaya pemerintah dalam menekan angka stunting dapat berjalan lebih optimal.(Sandra)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....