Dinkes Papua Tengah Selidiki Dugaan Kasus Campak di Dogiyai

  • 21 Jul 2026 09:34 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah mengerahkan tim investigasi ke Kampung Modio, Distrik Mapia Tengah, Kabupaten Dogiyai, untuk menyelidiki dugaan kasus campak sekaligus melakukan pendampingan teknis guna mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Berdasarkan keterangan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah, tim investigasi dipimpin Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Papua Tengah, Yohanes Kayame, S.KM., M.Kes., atas arahan Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, dr. Agus Chan, M.Kes., CH.Med., CHt., Sp.KKLP. Tim bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Dogiyai, tenaga kesehatan puskesmas, pemerintah kampung, dan tokoh masyarakat selama proses investigasi.

Yohanes Kayame mengatakan pembentukan tim merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit menular. Menurutnya, setiap informasi yang diterima harus ditindaklanjuti melalui penyelidikan berbasis fakta dan data agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

"Pembentukan tim ini adalah wujud komitmen nyata dalam memperkuat sistem kewaspadaan dini. Setiap informasi yang masuk ditindaklanjuti dengan penyelidikan berbasis fakta dan data yang akurat, bukan sekadar asumsi, guna mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB)," ujar Yohanes Kayame, Jumat 17 Juli 2026.

Selama investigasi, tim melakukan verifikasi dan validasi kasus, penelusuran riwayat penyakit, pencarian kasus tambahan, pengecekan status imunisasi, hingga pengambilan sampel sesuai pedoman Kementerian Kesehatan. Tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai gejala campak, pentingnya imunisasi dasar lengkap, serta langkah-langkah pencegahan penularan.

Yohanes menambahkan kegiatan tersebut juga menjadi sarana penguatan kapasitas tenaga kesehatan di tingkat kabupaten dan puskesmas agar mampu merespons penyakit menular secara lebih cepat dan mandiri. Ia mengimbau masyarakat tidak panik, namun segera membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam disertai ruam kemerahan.

"Lengkapi jadwal imunisasi anak-anak kita, karena itu adalah perlindungan paling efektif. Dengan kerja sama seluruh elemen, kita pastikan penanganan berjalan maksimal dan penyakit tidak menyebar lebih luas," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....