Wakil Rektor USWIM: Wawasan Kebangsaan Kunci Membangun Papua yang Aman dan Maju

  • 03 Jul 2026 18:42 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire – Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Johanis M. Ramandey, S.TP., M.Si, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Seminar Wawasan Kebangsaan yang digelar DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Nabire di Auditorium RRI Nabire, Jumat 3 Juli 2026.

Menurut Johanis, seminar bertema "1 Juli dalam Perspektif Sejarah dan Kebangsaan, Memperkuat Persatuan, Menjaga Papua Tengah Damai dan Membangun Masa Depan dalam Bingkai NKRI" tersebut menjadi wadah yang sangat penting untuk memberikan pemahaman yang utuh mengenai sejarah dan wawasan kebangsaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Ia menilai, di era digital saat ini masyarakat dibanjiri berbagai informasi yang beredar melalui media sosial maupun platform digital lainnya. Namun, tidak semua informasi yang diterima memiliki konteks dan fakta yang lengkap sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

"Melalui seminar seperti ini, masyarakat memperoleh informasi yang lebih utuh melalui dialog bersama para narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya. Dengan begitu, pemahaman mengenai sejarah maupun kebangsaan dapat diterima secara lebih objektif dan menyeluruh," ujarnya.

Johanis mengatakan, seminar kebangsaan juga menjadi sarana untuk mencerahkan cara pandang generasi muda agar mampu menyikapi berbagai informasi secara kritis. Menurutnya, tidak sedikit persoalan di masyarakat terjadi karena seseorang mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tidak lengkap.

Karena itu, ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan sebagai bagian dari pendidikan karakter dan penguatan nasionalisme bagi generasi penerus bangsa.

"Generasi muda perlu memiliki gambaran yang utuh tentang sejarah dan kebangsaan agar mampu memperkuat persatuan, menjaga Papua Tengah tetap damai, serta berkontribusi membangun masa depan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Lebih lanjut, Johanis menjelaskan bahwa USWIM Nabire selama ini telah membekali mahasiswa melalui mata kuliah Kewiraan dan Pendidikan Pancasila. Menurutnya, kedua mata kuliah tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun karakter mahasiswa agar mampu menangkal berbagai informasi yang menyesatkan sekaligus menumbuhkan semangat cinta tanah air.

Ia berharap pembelajaran di kampus dapat terus bersinergi dengan kegiatan-kegiatan kebangsaan yang diselenggarakan organisasi kepemudaan maupun pemerintah.

"Mata kuliah seperti Kewiraan dan Pancasila ini kami harapkan dapat berkolaborasi dengan kegiatan seminar kebangsaan seperti ini, sehingga ke depan semakin banyak anak muda memiliki pemahaman yang baik terhadap pembangunan. Dengan demikian, daerah ini dapat dibangun dalam suasana aman dan tertib tanpa gangguan seperti yang masih terjadi di Tanah Papua," ungkapnya.

Menurut Johanis, upaya memperkuat wawasan kebangsaan merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan Papua. Sebab, generasi muda yang saat ini sedang menempuh pendidikan akan menjadi pemimpin dan pengambil kebijakan di masa mendatang.

"Keberhasilan pembangunan Papua pada masa depan sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Mereka inilah yang akan menerima estafet pembangunan dan menjadi pengendali utama kemajuan daerah," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....