Wabup Nabire Perkuat Posyandu Tekan Stunting Papua Tengah

  • 12 Mei 2026 10:48 WIB
  •  Nabire

RRI.CO.ID, Nabire - Pemerintah Kabupaten Nabire terus memperkuat langkah percepatan penurunan stunting melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader Posyandu di seluruh wilayah. Komitmen itu kembali ditegaskan dalam kegiatan Peer Learning bagi Tenaga Kesehatan Terlatih 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu yang digelar di Aula Hotel Grand Papua, Nabire, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Nabire yang hadir mewakili Bupati Nabire, Mesak Magai, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan primer yang menjadi fondasi utama dalam pencegahan stunting.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan bahwa forum ini bukan sekadar agenda pelatihan, tetapi menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi antartenaga kesehatan dalam menyamakan langkah percepatan penanganan stunting di Kabupaten Nabire.

Ia mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang belajar bersama untuk bertukar pengalaman, berbagi metode pelayanan terbaik, serta memperkuat strategi pendampingan kepada kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat kampung dan kelurahan.

“Pertemuan ini menjadi momentum penting agar tenaga kesehatan dapat saling memperkaya pengalaman dan membangun sistem pendampingan yang semakin efektif bagi kader Posyandu,” ujarnya.

Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan itu, mulai dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, PT Freeport Indonesia sebagai mitra pendanaan, hingga Yayasan Wahana Visi Indonesia yang menjadi pelaksana program di lapangan.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Proyek Kemitraan untuk Akselerasi Percepatan Penurunan Kasus Stunting di Indonesia (PASTI Papua), sebuah program kolaboratif berdurasi dua tahun delapan bulan yang menyasar peningkatan kualitas gizi masyarakat dan penguatan pelayanan kesehatan dasar.

Program tersebut dijalankan di tiga wilayah strategis, yakni Kabupaten Nabire dan Mimika di Provinsi Papua Tengah serta Kabupaten Asmat di Provinsi Papua Selatan.

Wakil Bupati menjelaskan bahwa keberadaan kader Posyandu sangat menentukan keberhasilan pemerintah dalam mendeteksi dini persoalan kesehatan ibu dan anak, termasuk memastikan pelayanan gizi berjalan optimal.

Karena itu, penguasaan terhadap 25 keterampilan dasar kader Posyandu dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar pelayanan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kader Posyandu adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Ketika mereka memiliki keterampilan yang baik, maka pelayanan kepada ibu hamil, bayi, dan balita juga akan semakin berkualitas,” tegasnya.

Ia menyebutkan, Kabupaten Nabire saat ini termasuk salah satu daerah dengan capaian penanganan stunting terbaik di Papua Tengah. Namun menurutnya, capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak lengah.

Justru keberhasilan itu harus dijaga melalui peningkatan kompetensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan dan penguatan sinergi antara pemerintah daerah, petugas lapangan, kader Posyandu, hingga masyarakat.

“Mempertahankan hasil yang baik jauh lebih sulit dibanding mencapainya. Karena itu seluruh tenaga kesehatan harus terus mengimplementasikan ilmu yang didapat demi menjaga tren positif ini,” katanya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan bagian dari kontribusi daerah dalam mendukung visi besar pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, dengan menyiapkan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas sejak usia dini.

“Anak-anak yang sehat hari ini adalah fondasi masa depan Nabire dan Indonesia. Kita wajib memastikan mereka tumbuh optimal agar mampu menjadi generasi emas bangsa,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Nabire, lanjutnya, akan terus memperkuat dukungan terhadap berbagai program kesehatan dasar, terutama yang menyentuh langsung pelayanan masyarakat hingga ke kampung-kampung.

Ia pun mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius, aktif berdiskusi, dan memanfaatkan kesempatan itu untuk memperluas wawasan pelayanan kesehatan komunitas.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Bupati secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan harapan seluruh hasil pembelajaran dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan.

Kegiatan Peer Learning ini diharapkan menjadi pijakan penting bagi penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader Posyandu di Nabire, sekaligus mempercepat terwujudnya generasi sehat bebas stunting di Papua Tengah menuju Indonesia Emas 2045.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....