Seminar Kebangsaan GAMKI Jadi Ruang Dialog Sejarah dan Persatuan Papua Tengah
- 03 Jul 2026 17:51 WIB
- Nabire
RRI.CO.ID, Nabire – Pemerintah Kabupaten Nabire memberikan apresiasi kepada Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Nabire atas penyelenggaraan Seminar Wawasan Kebangsaan yang mengangkat tema "1 Juli dalam Perspektif Sejarah dan Kebangsaan, Memperkuat Persatuan, Menjaga Papua Tengah Damai dan Membangun Masa Depan dalam Bingkai NKRI."
Seminar yang berlangsung di Auditorium RRI Nabire, Jumat 3 Juli 2026, diikuti sekitar 170 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, pemuda gereja, akademisi, pemerintah daerah, TNI-Polri, serta tokoh masyarakat. Kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat pemahaman sejarah, wawasan kebangsaan, serta komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan dan persatuan di Papua Tengah.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bupati Nabire Mesak Magai yang diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Nabire, Beny Ayorbaba. Hadir pula Danlanal Nabire Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi, Kepala Kesbangpol Nabire Akon Ferry Yawan, Kasat Binmas Polres Nabire Iptu A.Y. Manery, Wadan Denpom XVII/1 Nabire Mayor Cpm Agustinus Ramba, Pasi Intel Kodim 1705/Nabire Lettu Inf Usman, Ketua DPD GAMKI Papua Tengah Anis Labene, akademisi, serta berbagai elemen pemuda.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Beny Ayorbaba, Pemerintah Kabupaten Nabire menyampaikan penghargaan atas inisiatif GAMKI Nabire yang menghadirkan ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk memahami sejarah secara objektif dan bertanggung jawab.
"Kami pemerintah memberikan apresiasi kepada GAMKI Nabire yang telah menginisiasi kegiatan ini dengan baik. Tema yang dibahas hari ini mengajak kita melihat peristiwa sejarah secara objektif dan bertanggung jawab. Sejarah merupakan bagian dari perjalanan bangsa yang harus dipahami sebagai pelajaran berharga agar kita dapat melangkah ke depan dengan lebih bijaksana," ujarnya.
Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga keberagaman sebagai kekuatan bangsa, serta mengajak masyarakat agar bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
Secara khusus, ia mendorong generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan, keterampilan, inovasi, serta penguasaan teknologi agar mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Sebagai organisasi kepemudaan, GAMKI juga diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
"Saya berharap kader-kader GAMKI menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat, menjadi pelopor toleransi, pelopor perdamaian, pelopor pembangunan, dan pelopor persatuan. Tunjukkan bahwa pemuda Kristen mampu menjadi mitra pemerintah dalam menjaga keharmonisan, memperkuat kebangsaan, serta membangun kesejahteraan masyarakat," pesannya.
Ketua Karateker DPC GAMKI Nabire, Yusuf Simbiak, menjelaskan seminar tersebut diselenggarakan sebagai ruang akademik untuk membangun pemahaman sejarah yang objektif sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.
Menurutnya, perbedaan pandangan terhadap sejarah harus disikapi melalui dialog ilmiah, bukan dengan provokasi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia juga mengajak generasi muda menjadi agen perdamaian dengan meningkatkan literasi sejarah, menjaga toleransi, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan Papua Tengah.
Sementara itu, Ketua DPD GAMKI Papua Tengah, Anis Labene, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai motor pembangunan sekaligus penjaga persatuan di Tanah Papua.
Ia menilai tantangan pembangunan, persoalan sosial, hingga dinamika keamanan hanya dapat dihadapi melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Dalam sesi materi, Guru Besar Hukum Universitas Cenderawasih, Prof. Dr. Melkias Hetharia, menekankan bahwa berbagai dinamika sejarah Papua, termasuk peristiwa 1 Juli, perlu dipahami secara utuh berdasarkan perspektif sejarah, konstitusi, serta semangat kebangsaan.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun Papua melalui dialog, penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat, pemerataan pembangunan, serta pelibatan seluruh komponen masyarakat demi mewujudkan Papua yang damai dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Diskusi yang menghadirkan Johanis M. Ramandey, Akon Ferry Yawan, dan Gian Mario Kapissa berlangsung interaktif. Para narasumber mengajak generasi muda memperkuat karakter kebangsaan, meningkatkan literasi digital, menyaring informasi sebelum disebarluaskan, serta aktif dalam organisasi sebagai wadah membangun kepemimpinan, toleransi, dan persatuan.
Seminar ditutup dengan sesi tanya jawab, pembagian doorprize, menyanyikan lagu Tanah Papua, dan doa bersama. Para peserta mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai wadah edukasi yang memperkuat wawasan sejarah, nasionalisme, dan komitmen bersama menjaga Papua Tengah tetap aman, damai, kondusif, serta tetap kokoh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....